JAKARTA, METRO–Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyoroti dugaan penyelundupan senjata dari Australia kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia meminta pemerintah segera merespons melalui langkah diplomatik dan koordinasi lintas lembaga.
Hal ini disampaikan TB Hasanuddin usai penangkapan dua pria asal Australia yang diduga memasok senjata api dan perlengkapan militer ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-OPM (TPNPB-OPM).
“KBRI Canberra perlu segera menggali informasi lebih dalam terkait proses peradilan kedua warga Australia itu, sekaligus memfasilitasi pertukaran informasi antara Indonesia dan Australia terkait jejaring serta modus penyelundupan,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin (15/9).
Sebab, Kepolisian Federal Australia (AFP) bersama Kepolisian Queensland menangkap kedua pria tersebut pada Sabtu (13/9). Penangkapan ini disebut sebagai pengembangan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, pada 2023.
Keduanya, masing-masing berusia 64 tahun di New South Wales dan 44 tahun di Queensland, didakwa atas pelanggaran perdagangan senjata api dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.












