PAYAKUMBUH/50 KOTA

Bertemu Mensos, Anggota DPRD Pertanyakan Usulan Chatib Soelaiman Sebagai Pahlawan Nasional

0
×

Bertemu Mensos, Anggota DPRD Pertanyakan Usulan Chatib Soelaiman Sebagai Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
BERTEMU MENSOS— Anggota DPRD Limapuluh Kota M.Fajar Rillah Vesky bertemu Mensos Syaifullah Yusuf, di kantor Kemensos, kawasan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (11/9).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemko Padangpanjang, didukung  Pemkab Lima­puluh Kota, Pemko Payakumbuh, dan Pemkab Tanahdatar, pernah me­ngusulkan Chatib Soelaiman, pejuang kemerdekaan dari Sumatera Ba­rat, sebagai  pahlawan nasio­nal. Usulan itu sudah diverifikasi oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada 2016. Tapi sampai 2025, belum ditemukan titik terangnya.

Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky asal Nagari Situjuah Batua, tempat Chatib Soelaiman gugur ditembak tentara Belanda pada 15 Januari 1949,  menanyakan tindak lanjut pengusulan calon pahlawan nasional ini kepada Menteri Sosial Syaifullah Yusuf.  “Mohon petunjuk Gus Menteri, apakah  diusulkan kembali atau bagaimana,”  ta­nya Fajar Vesky saat bertemu Gus Ipul di kantor Kemensos, kawasan Salemba Raya, Jakarta, Kamis  (11/9).

Pertemuan itu dihadiri Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Wakil Ketua DPRD HM Fadhil Akbar, Kadinsos Indra Suryani, dan Kadis PU Nopriadi Syukri. Sedangkan Mensos Syaifullah Yusuf didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih yang salah satu tugas dan kewenangannya terkait dengan nilai-nilai kepahlawanan. Termasuk pengusulan calon pahlawan nasional dari daerah.

Fajar Rillah Vesky menyebut,  Chatib Soelaiman sebagai icon perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Ba­rat. “Kata Buya Hamka, apapun perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat, tidak lepas dari nama Chatib Soelaiman.  Proklamator RI Bung Hatta pernah berziarah ke makam Chatib Soelaiman. Begitu pula dengan mantan Ketum PBNU KH Aqil Sirajd,” kata Fajar Vesky kepada wartawan, Minggu (14/9).

Fajar Vesky yang ikut menulis kisah perjuangan Chatib Soelaiman lewat buku berjudul “Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah (ISBN; 2008), berharap Kemensos da­pat meneliti kembali dokumen pengusulan Chatib Soelaiman sebagai pahlawan nasional. Apalagi proses­nya dulu, sudah sampai di TP2GP.  “Bahkan, informasi yang pernah kami terima, sudah pernah sampai di tingkat Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” kata Fajar Vesky.

Selain menanyakan soal Chatib Soelaiman, Fajar  Vesky dalam pertemuan dengan Mensos Syaifullah Yusuf, berharap Kemensos membantu rehabilitasi makam pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). “Korban gugur terbanyak sepanjang sejarah PDRI yang sudah diakui peme­rintah sebagai Hari Bela Negara  adalah dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949. Kita berharap, Kemensos dapat membantu rehabilitasi makam 69 pejuang yang gugur dalam tragedi ini,” pinta Fajar Vesky.

Merespons permin­taan ini, sekaligus merespons proposal makam pahlawan Situjuah Batua yang diajukan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf meminta Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, menelusuri kembali pe­ngajuan Chatib Soelaiman sebagai pahlawan nasional. “Kita bantulah ini,” kata Gus Ipul sambil menyampaikan ketertarikanya untuk berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (uus)