AGAM, METRO–Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, menyebut kehadiran Pusat Oleh-Oleh Uni Lina di kawasan Danau Maninjau menjadi tonggak baru bagi pengembangan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Pusat oleh-oleh ini menjadi pintu gerbang baru bagi UMKM Maninjau untuk menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif daerah,” ujar Ilham, Minggu (14/9).
Ia menilai, keberadaan pusat oleh-oleh tersebut menjadikan kunjungan wisata ke Danau Maninjau semakin lengkap. “Rasanya tidak afdal jika ke Maninjau tanpa membawa pulang buah tangan khas daerah yang kini bisa dengan mudah didapatkan di Pusat Oleh-Oleh Uni Lina,” tambahnya.
Pemilik Pusat Oleh-Oleh Uni Lina, Robi Azhari, mengungkapkan bahwa outlet ini bukan hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk mempertemukan karya-karya terbaik pelaku UMKM Tanjung Raya dengan wisatawan maupun pasar yang lebih luas.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya pusat oleh-oleh ini, sehingga produk warga bisa dipasarkan secara layak dan profesional,” katanya.
Pusat Oleh-Oleh Uni Lina menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari olahan ikan khas Danau Maninjau, kopi lokal, aneka makanan ringan, hingga kerajinan tangan. Seluruh produk telah terjamin kualitasnya, memiliki izin edar, dan bersertifikat halal.
Salah seorang pelaku UMKM, Netti, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya outlet ini. Menurutnya, pemasaran merupakan tantangan terbesar yang selama ini dihadapi pelaku usaha kecil, terlebih di era digital.
“Dengan adanya Pusat Oleh-Oleh Uni Lina, produk khas Maninjau kini lebih mudah dikenal dan punya kesempatan lebih besar untuk berkembang,” ungkapnya penuh semangat.
Hadirnya pusat oleh-oleh ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Danau Maninjau, sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata yang berdaya saing. (pry)






