SOLSEL, METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi guru honorer dan operator sekolah terkait pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.
Anggota DPRD Solok Selatan dari Fraksi Demokrat, Albert Arifin, menegaskan bahwa pintu dewan selalu terbuka untuk menampung aspirasi para tenaga pendidik.
“Kami dari DPRD membuka pintu sebesar-besarnya untuk menyerap aspirasi saudara-saudara kita, guru honorer dan operator sekolah. DPRD tidak akan lepas tangan, akan senantiasa mengawasi dan memantau perkembangan selanjutnya,” ujarnya.
Albert menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah pada tenaga pendidik demi kemajuan bangsa.
“Jika sebuah negara ingin maju, tentu guru-guru kita harus difasilitasi agar menjadi pengajar yang baik bagi generasi penerus,” katanya.
Ketua DPRD Solok Selatan Martius menambahkan, dewan sebagai “rumah rakyat” siap menindaklanjuti tuntutan para guru.
“Tuntutan ini kami serahkan kepada pemerintah daerah secara tertulis sehingga nanti jawabnya juga secara tertulis,” ujarnya.
Martius menyebut, keseriusan DPRD terlihat dari dimajukannya jadwal hearing yang semula direncanakan 19 September menjadi 12 September.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Solok Selatan Syamsurizaldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan merespons secara resmi rumusan tuntutan yang disampaikan DPRD.
“DPRD sudah menyampaikan rumusan itu, nanti kami akan menjawabnya,” katanya.
Sebelumnya, ratusan guru honorer Solok Selatan menyampaikan tuntutan saat Hearing antara DPRD Solok Selatan, Pemkab Solok Selatan dan pengurus Forum Guru K2 dan Guru Prioritas di ruang sidang DPRD Solok Selatan di Golden Arm pada Jumat, 12 September 2025. (Jef)






