BERITA UTAMA

Mengamuk! Kapal Patroli KKP Dibakar Massa, Terdampar saat Kejar Nelayan yang Pakai Mini Trawl, Kapten dan 7 Personel Dievakuasi ke Mapolsek

0
×

Mengamuk! Kapal Patroli KKP Dibakar Massa, Terdampar saat Kejar Nelayan yang Pakai Mini Trawl, Kapten dan 7 Personel Dievakuasi ke Mapolsek

Sebarkan artikel ini
DIBAKAR MASSA— Polisi memasang police line di kapal milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dibakar massa di Pantai Muara Air Haji, Nagari Pasar Lama, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pessel.

PESSEL, METRO–Satu kapal speedboat patroli milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rusak parah akibat dibakar oleh massa di Pantai Muara Air Haji, Nagari Pasar Lama, Keca­matan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Jumat pagi (12/9).

Aksi pembakaran ter­jadi sekitar pukul 09.15 WIB, saat kapal patroli “Spinner Dolphin” tengah mela­ku­kan kegiatan penegakan hukum terhadap kapal-kapal nelayan yang diduga menggunakan alat tang­kap ikan terlarang jenis pukat lampara dasar (mini trawl).

Menurut keterangan Kapten Kapal Spinner Dolphin, Hakimi, patroli yang dilakukan pihaknya meru­pakan tindak lanjut dari laporan Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dapil IV, Novermal Yuska, kepada Kementerian Ke­lautan dan Perikanan RI terkait penggunaan alat tangkap ilegal oleh sejum­lah nelayan di wilayah Mu­a­ra Air Haji.

“Memasuki hari ketiga pelaksanaan patroli, seki­tar pukul 08.00 WIB, kapal kami mencoba menghen­tikan beberapa kapal nela­yan yang diduga melang­gar aturan. Sebagian besar kapal melarikan diri, na­mun satu unit berhasil dice­gat. Saat petugas meme­rin­tahkan kapal tersebut berhenti, nahkoda justru memacu kapalnya ke arah pantai,” jelas Hakimi.

Menurut Hakimi, dua orang petugas KKP, yakni Pebri dan Harry, sempat melompat ke kapal nelayan untuk menenangkan situasi dan menegaskan bahwa mereka tidak melakukan penangkapan terhadap ne­layan, melainkan hanya ingin menyita alat tangkap terlarang.

“Namun, kapal nelayan tersebut tetap dikandaskan ke tepi pantai, diikuti oleh kapal patroli yang secara tidak sengaja juga ikut ter­dampar karena doro­ngan arus laut dan gelom­bang yang cukup kuat,” tuturnya.

Ditambahkan Hakimi, situasi memanas ketika sejumlah warga dan nela­yan berdatangan ke lokasi kapal yang terdampar. Meski tidak terjadi aksi kekerasan terhadap petu­gas KKP, massa yang ma­rah membakar kapal Spinner Dolphin yang berada sekitar 500 meter dari lo­kasi utama.

“Api cepat membesar dan menghanguskan ka­pal. Untuk kekerasan tidak ada. Cuma kapal patroli kami rusak parah. Peristiwa ini juga sudah kami lapor­kan ke pihak Kepolisian,” tutur dia.

Terpisah, Kapolsek Ling­go Sari Baganti, AKP Welly Anoftri mengatakan, sete­lah pihaknya mene­rima laporan adaya keja­dian itu, pihaknya langsung men­datangi lokasi dan menge­vakuasi seluruh per­so­nel KKP yang ber­jumlah dela­pan orang ke Mapolsek.

“Saat ini, seluruh perso­nel PSDKP yang sebelum­nya di kapal tersebut, su­dah diamankan di Mapol­sek Linggo Sari Baganti. Kita bergerak cepat ke lokasi mengamankan me­reka untuk menghindari adanya aksi kekerasan dari masayrakat,” tutur dia.

Menurut AKP Welly, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap insi­den ini dan telah menga­mankan lokasi kejadian untuk kepentingan olah TKP. Belum ada keterangan resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, namun kejadian ini diper­kirakan akan berdampak pada pola pelaksanaan patroli pengawasan di wila­yah pesisir barat Suma­tera.

“Kami akan melakukan langkah hukum sesuai pro­sedur. Saat ini situasi su­dah terkendali dan personel KKP dalam kondisi aman. Kepada masyarakat kami meminta agar tidak mela­kukan aksi-aksi anarkis dan diminta untuk mengede­pankan dialog atupun mu­sya­warah untuk menca­rikan solusi dari setiap per­masalahan,” tutupnya. (*)