Silaturahmi Adat Rajo Alam Luhak Nan Tigo. Tubagus. Dato’ Pesisir di Nagari Kamang Mudiak, Hilir Halalang Tarusan Kab. Agam (6/9).
Rajo Alam Luhak Nan Tigo. Tubagus. Dato’ Pesisir. Ahmad Abdari yang notabene Zuriat dari Kesultanan Siak Sri Indrapura, Zuriat Kesultanan Banten (Paguron Singandaru Karuhun Banten Indonesia) serta Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru dan Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Talago Biru Indonesia Pengda Riau.
dalam lawatannya ke Hilir Halalang Tarusan Kamang turut serta :
1. Datuak Banso
2. Tuanku Bandaro Putiah
3. Asmiral Tuangku Sati
4. Malin Tumanggung
5. Datuak Tan Marajo
6. H.Tarmizi Akbar (H.Kobar) Ketua Himpunan Silek Tuo Minangkabawi.
7. Afrizal Can Sutan Rajo Mudo Pandeka Rajo Api (Guru Tuo Silek Taralak dan PPS Talago Biru Indonesia)
8. Anasrul Tuangku Rajo (Perisai Diri)
9. Tuangku Hidayat Datuak Rajo Intan
10. Tuangku Edi Datuak Talangik
11. Tuangku Hardianto Datuak Yan Basa
Dikediaman Ibu Yuliar/Mak Tuo Bundo Kanduang.
“Kita Bersilaturahmi dengan Tokoh Adat, Datuak-Datuak, Ninik Mamak, Alim Ulama, Tokoh Cerdik Pandai, Penghulu dan Guru Silek sebagaimana ALLAH SWT berfirman : QS. Al-Hujurat Ayat 13:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya
orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Ungkapnya.
Di Nagari Kamang, Sejarah Silet sangat kental sebagaimana Perang Kamang pada Tahun 1908 (Haji Abdul Manan, Kari Mudo, Dt. Rajo Penghulu, M. Saleh, Datuak Perpatij Nan Sabatang, Siti Manggopoh) dan sejarah Padri (Tuanku Nan Renceh, Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Rao, Tuanku Pasaman, Tuanku Tambusai).
Kaitan Perang Kamang dengan Perang Padri (1803-1837) cukup jelas. Belanda membujuk rakyat Sumatra Barat mengakhiri Perang Padri, antara lain dengan iming-iming pembebasan pajak oleh Kolonial Belanda.
Tiga cara melemahkan dan menjajah suatu Negeri:
1. Kaburkan sejarahnya
2. Hancurkan bukti-bukti sejarahnya sehingga tidak bisa di benarkan.
3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhur dengan mengatakan leluhurnya bodoh dan primitif.
(Architects of Decepticon-Secret History of Freemasonry by Juri Lena)
Dimano kain KA diBaju..
Diguntiang Indak Lo Sadang..
Lah Takanak Mangko di Ungkai…
Dimano Nagari KA amuah maju..
Adat Sejati Nan Hilang..
Dahan Jo Rantiang Ka diPakai…
“Kemajuan Suatu Negeri, tidak akan dapat di capai kalau kirenye ajaran Adat di Amalkan tidak sepenuh hati. Akan hanya tinggal sebutan”. Petuah Rajo.
Mari kita jaga, Lestarikan, dan Budaya Seni Tradisi serta Pencak Silat/Silek Tradisi agar Generasi Muda bisa Mencintai nilai-nilai Budaya Daerah sebagai Penerus Bangsa.
Sejarah ini tidak boleh dilupakan. Semangat juang itu harus kita wariskan dan implementasikan untuk Bangsa Indonesia.(*)






