BERITA UTAMA

Semen Padang Terjungkal di Agus Salim

0
×

Semen Padang Terjungkal di Agus Salim

Sebarkan artikel ini
DUEL UDARA— Duel udara antara pemain Semen Padang FC dengan pemain PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion H. Agus Salim Padang, Kamis (11/9) yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu PSBS Biak.

PADANG, METRO–PSBS Biak berhasil mencatat kemenangan perdana mereka di BRI Super League 2025/2026 usai menumbangkan Semen Padang FC dengan skor 2-1 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis (11/9) sore. Hasil ini sekaligus memutus tren positif Kabau Sirah di kandang yang belum pernah kalah sebelumnya musim ini.

Sejak peluit awal, Semen Padang bermain penuh kehati-hatian di depan ribuan pendukung­nya. Lini serang yang dimotori Bruno Gomes beberapa kali mencoba menekan, namun rapatnya pertahanan PSBS mem­buat peluang emas sulit tercipta.

Drama sempat terjadi pada menit ke-20 ketika penyerang Semen Pa­dang, Cornelius Stewart, diganjar kartu merah usai dianggap menyikut Nur Hidayat. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit mengubah keputu­sannya dan hanya mem­berikan kartu kuning.

Kabau Sirah hampir membuka skor di menit ke-31 lewat skema serangan balik cepat. Pedro Matos mengirim umpan matang kepada Bruno Gomes, na­mun tendangannya masih melenceng tipis. Skor tan­pa gol bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak ke­dua, pelatih Eduardo Al­meida melakukan tiga per­gantian sekaligus untuk meningkatkan agresivitas tim. Akan tetapi, peru­bahan tersebut justru tak berbuah manis.

Petaka datang di menit ke-73. Bek Semen Padang, Angelo Meneses, mela­kukan kesalahan fatal di lini belakang. Bola berhasil direbut Luquinhas yang dengan tenang mencep­los­kan bola ke gawang Arthur Agusto untuk mem­bawa PSBS unggul 1-0.

Belum sempat bangkit, gawang Semen Padang kembali bergetar semenit kemudian. Melalui skema serangan balik cepat, Heri Susanto sukses meng­gan­dakan keunggulan PSBS usai menerima umpan ma­tang dari Hassan.

Tertinggal dua gol mem­buat Semen Padang tampil habis-habisan. Pe­luang emas datang di menit ke-88 saat tendangan keras Irsyad Maulana hanya membentur tiang gawang.

Gol hiburan baru ter­cipta di menit ke-94 lewat aksi Rui Rampa yang me­nuntaskan umpan Chaby. Sayangnya, gol itu tak cukup untuk menye­lamat­kan Kabau Sirah dari keka­lahan pertama mere­ka di kandang musim ini.

Dengan hasil ini, Semen Padang harus rela turun ke peringkat 15 klasemen se­mentara dengan koleksi 4 poin dari empat laga. Se­mentara itu, kemenangan perdana ini mengangkat PSBS Biak ke posisi 9 de­ngan raihan poin yang sa­ma dari lima pertan­di­ngan.

Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, tak me­nutupi rasa kecewanya. “Sejak awal target kami jelas tiga poin. Tapi harus diakui, PSBS bermain lebih baik dan pantas menang. Pertandingan ini tanggung jawab saya sepenuhnya. Kami akan belajar agar tidak mengulanginya lagi,” ujar Almeida.

Menurutnya, tim asu­hannya sudah mencoba berbagai cara, mulai dari umpan silang hingga sera­ngan cepat, namun gagal mengonver­sinya menjadi gol. “Sepak bola bukan hanya soal permainan in­dah, tetapi tentang hasil. Sayangnya, apa yang kami siapkan tidak tercermin di lapa­ngan,” tambahnya.

Kapten Semen Padang, Leo Guntara, juga angkat bicara. Ia mengakui keung­gulan PSBS dan mene­gaskan bertanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut. “Kami kalah dan harus memperbaikinya. Tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya.

Di sisi lain, pelatih PSBS Biak, Divaldo Alves, meng­ungkap kunci kemenangan timnya. “Babak pertama kami kesulitan menghadapi intensitas permainan tuan rumah, ditambah cuaca yang cukup panas. Di babak kedua saya tekankan kepa­da pemain untuk bermain lebih tenang dan sabar. Itulah kunci kemenangan kami,” ungkapnya. (rom)