BERITA UTAMA

UNP Tuan Rumah Simposium Nasional Kependudukan 2025, Kapitalisasi Bonus Demografi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

0
×

UNP Tuan Rumah Simposium Nasional Kependudukan 2025, Kapitalisasi Bonus Demografi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) bertin­dak sebagai tuan ru­mah penyelenggaraan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2025, Kamis (11/9) di Auditorium UNP.

Simposium nasional de­ngan tema “Membangun Penduduk Berkualitas, Keluarga Tangguh dan Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Maju,” tersebut melibatkan Konsor­sium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

Pada kesempatan pem­bukaan konsorsium nasio­nal itu, Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pem­bangunan Keluarga/ Ses­tama BKKBN, Prof Budi Setiyono, M.Pol, Admin, Ph.d bertindak sebagai keynote speech dengan tema “Optimalisasi Bonus Demografi.”

Budi Setiyono mengap­resiasi UNP sebagai Ang­gota PTPK yang aktif dan berkontribusi secara kon­sisten. “UNP telah banyak melakukan kegiatan beke­rja sama dengan kita. Baik  dalam penelitan dan pe­ngabdian dan juga kegiatan lain terkait kebijakan peme­rintah terkait kependu­dukan,” ungkap Budi Seti­yono usai membuka Sim­posium Nasional   Kepen­dudukan Tahun 2025.

UNP sebagai tuan ru­mah pelaksanaan simpo­sium nasional mengha­dir­kan 21 perguruan tinggi de­ngan melibatkan 14 rek­tor. Para rektor ini  akan ber­bicara dan membe­rikan kontribusi terkait pemanfaatan potensi ke­pendudukan.

Budi Setiyono meng­ung­kapkan, saat sekarang ada 190 juta penduduk usia produksi. Simposium na­sional ini dilaksanakan untuk mengkapitalisasi bonus demografi untuk men­dukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Simposium nasional ini juga bagian dari men­dukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yakni mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2028-2029,” ungkap Budi Setiyono.

Budi Setiyono mengha­rapkan, melalui simposium nasional ini adanya kon­tribusi pemikiran yang posi­tif para rektor, sehingga nanti bisa melaksanakan peta jalan yang diorkestrasi pemerintah, khususnya pemerintah daerah dalam melaksanakan kehidupan pembangunan kependu­dukan di negara ini.

Budi Setiyono menam­bahkan, bonus demografi di Indonesia sudah terjadi sejak 2012 dan akan ber­langsung sampai 2045. Ren­­tang waktunya cukup panjang dan akan men­capai puncaknya pada 2030 sampai 2045.

“Dalam masa tersebut kita mengalami surplus penduduk usia produktif yang sangat besar seba­nyak 70 persen. Artinya 70 persen penduduk ini kalau memang mengaktua­lisasi­kan produktifitas mereka, maka kita memiliki kemam­puan fiskal mencukupi unuk mengakselerasi pemba­ngu­nan nasional dan mem­per­cepat tercapainya kese­jah­teraan rakyat,” ung­kapnya.

Tetapi kalau tidak dila­kukan upaya terstruktur, terang Budi Setiyono, maka bisa terjadi pen­duduk yang usia pro­duktif yang banyak terse­but menjadi beban de­mog­rafi. “Terutama kalau me­re­ka itu tidak punya ke­sempatan mengaktuali­sasi­kan pro­duktifitas mere­ka bekerja mandiri atau beker­ja de­ngan lembaga atau orang lain,” tam­bahnya.

Namun demikian, pe­me­rintah menurutnya me­mastikan adanya keber­cu­kupan atau environment yang memungkinkan pen­duduk yang produktif itu mengaktualisasikan pro­duk­tifitas mereka. Peme­rin­tah mengupayakan hal ter­se­but disiapkan dengan baik. Baik dari sisi SDM, kualitas. Semuanya disiapkan.

“Setelah penduduk nan­ti berkualitas, maka tidak ada lagi bayi yang lahir stunting, Makan Ber­gizi Gratis (MBG) nanti untuk anak-anak yang lahir dari ibu hamil dan me­nyusui. Kemudian balita dan anak sekolah makan bergizi gratis tujuannya untuk menciptakan kondisi manusia yang berkua­li­tas,” harapnya.

Pemerintah menu­rut­nya, juga menyiapkan kebi­jakan yang memungkinkan penduduk usia produktif mengaktualisasi produk­tifitasnya melalui program-program, seperti, Koperasi Merah Putih. Termasuk hilirisasi. “Sehingga pendu­duk usia produktif bisa produktif,” harapnya lagi.

Rektor UNP, Dr. Ir Kris­madinata, ST, MT menga­ta­kan UNP sebagai sebuah perguruan tinggi negeri, UNP melaksanakan akti­fitas mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui simposium na­sional ini, UNP ikut meran­cang peta jalan pem­bangu­nan kependudukan dan grand desain kebijakan kependudukan di daerah.

“Kita juga mendukung program Quick BKKBN yak­ni program tersebut adalah: GENTING (Gera­kan Orang Tua Asuh Ce­gah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Ge­rakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Ber­daya), dan SuperApps Ke­luarga,” ungkapnya.

UNP juga memberikan dukungan terhadap program Kementerian Kepen­dudukan dan Pembangu­nan Keluarga dengan Program KKN Tematik Stunting. “Setiap tahun lebih kurang 10.000 menerjunkan mahasiswa ke desa dan nagari tujuan program KKN khususnya di Sum­bar,” terangnya.

Saat ini UNP juga me­nurunkan 25 mahasiswa KKN dalam Program Kam­pung Keluarga Berkualitas Baringin Sakti di Kelurahan Koto Baru Nan Dua Puluh Kecamatan Lubuk Bega­lung Kota Padang dengan program penataan

UNP juga terlibat dalam program Kampung KB dan Bedah Rumah tidak layak huni bersama mitra UNP Bank Nagari Capem UNP. Termasuk juga lomba Duta Kampung KB dan pemilihan content creator yang men­dukung kampanye Program BKKBN.

“Kita ikut berperan. UNP memberikan kontri­busi kepada masyarakat. Kampus itu harus ber­dampak memberikan man­faat terhadap lingkungan sekitarnya,” terang Kris­madinata.

UNP menurutnya, se­jak dulu selalu aktif men­dukung program Kemen­terian Ke­pendudukan dan BKKBN dengan mengedu­kasi ma­sya­rakat.  “UNP te­rus aktif dan mendukung. Kita ingin bagaimana UNP betul-betul bermanfaat untuk ma­sy­arakat,”ucapnya.

UNP selalu berkordi­nasi bekerja sama dengan berbagai pihak, baik mitra dan kementerian. Kerja sama dengan sinergi untuk mewujudkan keinginan UNP, yakni membangun masyarakat menuju Indonesia Emas.

“Kita wujudkan, tidak retorika, kita laksanakan. Bagaimana kita rencana­kan lakukan dan evaluasi agar Indonesia Emas dapat terwujud dan Indonesia maju sesuai UUD 1945, mewujudkan masyarakat sejahtera dan cerdas,” harapnya.

Pembukaan Simpo­si­um Nasional Kependudu­kan 2025 di UNP ditandai dengan pemukulan gen­dang tasa oleh Budi Setiyo­no, Krismadinata, Deputi Bidang Pengendalian Pen­duduk Kementerian Kepen­dudu­kan dan Pembangu­nan Ke­luarga, Kepala Biro Renca­na Kementerian Pen­di­di­kan Tinggi dan Saintek.

Hadir pada kesempa­tan itu, Gubernur Sumbar diwa­kili Staf Ahli, Nizam Ul Muluk yang juga berke­sempatan memberikan sam­butan. Juga hadir Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri, P.hD. Juga hadir Kepala Per­wakilan BKKBN Sumbar, Direktur Utama RSUP  M Djamil Padang, Rektor Per­guruan Tinggi yang terga­bung dalam PTPK, Sivitas Akademika UNP, Bupati Padang Paria­man, John Kenedy Azis, dan ratusan mahasiswa UNP.

Simposium Nasional Kependudukan 2025 diisi dengan rangkaian kegia­tan berupa, plenary session I, yang membahas “Dinamika Kependukukan dan Pembangunan Ke­luar­ga.”. Pematerinya meng­ha­dirkan Prof Dr Ir H Ab­dunur, M.Si, IPU, ASEAN Eng, Rektor Universitas Mulawarman. Juga ada, Prof Dr Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, Rektor Universitas Sumatera Utara, Dr Ir Krismadinata, ST, MT, Rek­tor UNP.

Pada plenary session II, membahas tentang “Trans­formasi Ketenagakerjaan dan Produktivitas Ekono­mi.” Menghadirkan pema­teri Tokoh Nasional Prof Faslu Jalal, Ph.D, Prof Dr Yahya Ahmad Zein, SH, MH, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Dr Efa Yon­nedi, SE, MPPM, Akk, Rektor Universitas Anda­las (Unand). Juga ada Prof Dr Fredy Leiwakabessy, M.Pd, Rektor Universitas Patimura.

Pada plenary session III, membahas “Ketim­pangan , Urbanisasi dan Pembangunan Berkelan­jutan.” Dengan pemateri, Prof Dr Herman Fithra, ASEAN.Eng, ST, MT, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Ir Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, ASEAN Eng, Rektor Universitas Lam­pung, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, SE, M.Si, Rektor Universitas Lampung Mang­kurat, Prof Dr Hartono, dr, M.Si, Rektor Universitas 11 Maret dan Prof Dr Taufiq Marwa, SE, M.Si, Rektor Universitas Sriwijaya. (fan/adv)