JAKARTA, METRO–Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin digadang-gadang masuk bursa calon Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), setelah dicopotnya Dito Ariotedjo dari posisi strategis tersebut. Isu berhembus setelah kosongnya posisi Menpora sampai saat ini.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, tak menampik adanya suara dari internal partai menyodorkan Puteri Komarudin menggantikan posisi Dito Ariotedjo yang juga merupakan kader Partai Golkar.
“Saya kira ada suara-suara seperti itu, ada mekanisme seperti itu, tergantung kepada Pak Prabowo, yang pasti misalkan Pak Mukhtarudin Sekretaris Fraksi sekarang itu adalah Golkar ada disitu (Menteri P2MI), misalkan di Kemenpora orang Golkar lagi alhamdulillah,” kata Idrus di Jakarta, Rabu (10/8).
Namun, ia menegaskan posisi menteri merupakan hak prerogatif presiden. Ia menegaskan, pembagian kursi menteri bukan pada penjatahan, melainkan profesionalitas.
“Ya kenapa kita patut kita syukuri di satu sisi, tapi disisi lain, tantangan bagi Golkar untuk membuktikan bahwa Golkar memiliki kader terbaik, tetapi bila tidak ya ini memang tergantung pada presiden, ini bukan jatah-jatahan ya,” tegasnya.
Elite Partai Golkar itu meyakini, Presiden Prabowo mendengar aspirasi rakyat dalam melakukan perombakan kabinet.
“Kami punya keyakinan bahwa Presiden Prabowo sangat aspiratif bahkan sensitif memperhatikan aspirasi rakyat, dalam rangka memperhatikan aspirasi rakyat,” pungkasnya.
Puteri sendiri menanggapi kabar ini secara normatif, menyatakan bahwa semuanya akan terjawab pada waktunya saat pelantikan menteri yang sebenarnya.
Spekulasi mengenai Puteri Komarudin yang diisukan menjadi Menpora juga semakin menguat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan nama dari anggota Fraksi Golkar untuk menggantikan posisi Dito Ariotedjo.
Namun, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan ketidaktahuannya mengenai informasi tersebut dan apakah penggantinya akan berasal dari Golkar atau partai lain.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Istana Kepresidenan, jejak rekam Puteri Komarudin yang mentereng menarik perhatian publik. (*)






