PASAMAN, METRO–Kehadiran Bupati Pasaman Welly Suhery dan rombongan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman, Bangun Sejati, Kecamatran Panti disambut haru ratusan jamaah, Selasa (9/9). Dalam kesempatan tersebut juga tampak hadir Camat Panti Refrizal, Wali Nagari Panti, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Cendekiawan, dan ratusan jamaah.
Salah seorang Tokoh Masyarakat yang juga Alim Ulama H. Muzakir, mengatakan peringatan Maulid Nabi ini tiap tahun kami selenggarakan. Hal ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kami untuk memperingati hari besar Islam. Namun peringatan Maulid Nabi kali ini sangat jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Bupati baru kali ini hadir dalam peringatan Hari Besar Islam. “Kami masyarakat Bangun Sejati sangat berterima kasih dan bangga atas kehadiran Bupati Pasaman Welly Suhery. Ini akan menjadi penambah motivasi bagi kami jama’ah Masjid Nurul Iman,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Maulid Nabi bukan hanya sekedar memperingati, namun harus dibarengi dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh dalam berperilaku kita sehari-hari.
Selain itu, Welly Suhery juga mengajak semuanya untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan kerukunan antar sesama, agar selalu tercipta masyarakat yang damai. Kegiatan seperti ini, salah satu wujud dari Pasaman Bangkit, Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan. “Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Semoga kita menjadi orang-orang yang sholeh dan Pasaman menjadi negeri yang baldatun,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut juga digelar Tahlilan dan Tausiah yang dipandu Ustad Salman dari Kabupaten Madina, Sumatera Utara. Dengan tema ceramah tentang kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Selain itu, Ustad Salman dengan penyampaian kocaknya menjelaskan tentang pentingnya menjaga kerukunan dalam rumah tangga, dengan harapan dalam rumah tangga menjadi keluarga yang sakinah, dan selain itu tentang pentingnya menjaga salat sebagai pertahanan dan benteng keimanan seorang muslim. Kekompakan dan kebersamaan makan kue dan minum kopi yang dibawa emak-emak untuk dihidangkan bagi seluruh jemaah, menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi lebih meriah. (ped/rel)






