METRO SUMBAR

Dankodaeral II Bacakan Amanat KSAL pada HUT ke-80 TNI AL, KRI Brawijaya-320 Perkuat Pertahanan Maritim RI

1
×

Dankodaeral II Bacakan Amanat KSAL pada HUT ke-80 TNI AL, KRI Brawijaya-320 Perkuat Pertahanan Maritim RI

Sebarkan artikel ini
HUT ke-80 TNI AL— Dankodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati ke 80 TNI Angkatan Laut. Upacara diikuti oleh seluruh prajurit Kodaeral II, Rabu (10/9).

PADANG, METRO–Komandan Komando Daerah TNI Angkatan (Dankodaeral) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati ke 80 TNI Angkatan Laut. Upacara diikuti oleh seluruh prajurit Kodaeral II, Rabu (10/9). Amanat Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI DR Muhammad Ali.SE.,­MM.,M.Tr.­Opsla yang dibacakan Dan­kodaeral II menyampaikan, tepat 80 tahun si­lam TNI Angkatan Laut dibentuk dengan berawal dari Badan Keamanan Rak­yat atau BKR Laut, tepatnya tanggal 10 September 1945.

Kemudian berkem­bang menjadi Tentara Kea­manan Rakyat atau TKR Laut. Dengan perkemba­ngan waktu berobah menjadi Tentara Republik Indonesia atau TRI Laut. Hingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1947 berobah menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut atau TNI AL.

Berbagai pencapaian TNI AL di Medan tugas, prestasi dan kinerja TNI AL telah mendapatkan pe­ngakuan dan apresiasi po­sitif dari masyarakat. Hal ini dievaluasi sebagai bahan evaluasi selanjutnya.  “U­paya ini merupakan dedikasi TNI AL dalam mewujudkan tugas ,visi TNI AL yang modern berdaya gentar kawasan dan proyeksi global untuk mendukung Indonesia maju menuju Indonesia emas,:” ucap Sarimpunan Tanjung, dalam amant KSAL yang dibacakan.

Disbeutkan  Sarimpu­nan Tanjung, berbagai tugas TNI AL ke depan se­kaligus sudah melaksanakan berbagai langkah stra­tegis, melalui validasi organisasi sebagai pembentukan organisasi baru, dengan peningkatan Lantamal menjadi Kodaeral.  “Dengan modernisasi kekuatan TNI AL juga telah mempromosikan kehadiran KRI Brawijaya -320 yang menjadi kebanggaan bersama menjadi kekuatan pertahanan RI di laut,” tegas Saripunan Tanjung. Upacara yang dilaksanakan dengan penuh khidmat, di hadiri oleh Wa­dankodaeral II Kolonel Laut (P) Mulyadi SE., CRMP., M.Tr.Opsla., Pejabat Utama dan Kasatker Kodaeral II.

Baca Juga  MR (20) Pelajar dan ZH (19) Penganguran, Kedapatan Simpan 4 paket Shabu

Kapal Fregat Terbesar di Asia Tenggara

Sebelumnya dalam keterangan pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (AL) mengeklaim KRI Bra­wijaya-320 merupakan kapal fregat terbesar di Asia Tenggara. Kedatangan kapal ini disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Senin (9/8).  “KRI Brawijaya-320 (KRI BWVJ-320) merupakan kapal jenis frigate terbesar se-Asia Tenggara milik TNI AL yang telah tiba di Jakarta,” kata Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dalam keterangannya,

Sebelumnya, pada 2 Juli 2025, KSAL telah me­mimpin upacara serah terima dan peresmian KRI Brawijaya-320 di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia. KRI BWJ-320 diawaki 160 prajurit di bawah komando Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.  Kapal ini memiliki panjang 143 meter dengan kecepatan maksimum 32 knot dan daya jelajah 5.000 mil laut.

Baca Juga  Harga Cabai Merah Terus Meroket, Pemko Gelar Operasi Pasar Murah

Dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia, KRI Brawijaya menempuh jarak 9.189 nautical mile selama 44 hari dengan singgah di enam negara, yakni Italia, Turki, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka. TNI AL menyebut, kapal ini sebagai Multi Purpose Combat Ship karena dilengkapi dua geladak modular, Amid Modular (geladak tengah) dan Aft Modular (geladak buritan), yang mampu menampung ma­sing-masing 4 dan 5 kontainer berukuran 20 feet standar ISO.

Dari sisi persenjataan, KRI Brawijaya memiliki kemampuan peperangan empat dimensi, anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan pepera­ngan elektronika.

Kapal ini dilengkapi sistem peluncur vertikal (VLS) SYLVER A50 dengan rudal ASTER 15/30, meriam utama Leonardo Large Calibre Gun 127/64 LW, meriam 76/62 Sovraponte, meriam kecil 25 mm KBA, serta rudal Otomat Teseo MK2.  Untuk peperangan bawah laut, kapal ini dibekali torpedo launching system (B515) yang dapat menembakkan hingga 6 torpedo A244S Mod.3 Eurotrop sekaligus.

“Selain itu, kapal ini juga didesain untuk mendukung infiltrasi pasukan khusus hingga operasi intelijen. Kehadiran KRI Brawijaya-320 menegaskan langkah modernisasi alutsista TNI AL sekaligus implementasi kebijakan Perisai Trisula Nusantara dalam memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia,” tandasnya. (ped)