SOLSEL, METRO–Suasana kelas di SMAN 3 Solok Selatan berubah tidak biasa, Rabu (10/9). Para siswa terlihat sumringah ketika Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kajati Sumbar), Yuni Daru Winarsih, hadir langsung ke sekolah mereka. Bukan untuk memeriksa perkara, melainkan untuk berbagi ilmu lewat program Jaksa Mengajar.
Dengan gaya yang akrab, Yuni mengajak para pelajar memahami arti penting taat hukum sejak usia muda. Ia menjelaskan bahwa hukum bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan pedoman agar hidup lebih teratur dan bertanggung jawab. “Kenali hukum, jauhi hukuman. Belajar hukum bisa menyenangkan dan mencerdaskan,” ujar Yuni yang langsung disambut senyum dan tepuk tangan siswa.
Materi yang biasanya terdengar rumit, seperti konsekuensi perilaku menyimpang hingga peran jaksa dalam menegakkan keadilan, disampaikan dengan bahasa sederhana. Siswa pun tampak antusias, ada yang mengangguk, mencatat, bahkan berani mengajukan pertanyaan.
Bagi sebagian siswa, kesempatan ini menjadi pengalaman langka. Mereka yang biasanya hanya mengenal jaksa lewat buku atau berita kini bisa mendengarkan langsung wejangan dari seorang Kajati. “Asyik sekali, jadi lebih paham kalau taat hukum itu penting sejak sekarang,” ungkap salah seorang pelajar.
Usai mengajar di sekolah, Yuni melanjutkan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri Solok Selatan. Ia meninjau pelayanan, sarana prasarana, serta berdialog dengan jajaran pegawai.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan integritas dan pelayanan publik agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kejaksaan.
Program Jaksa Mengajar di Solok Selatan bukan sekadar kegiatan formal. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan yang mempertemukan dunia hukum dengan dunia pendidikan. Harapannya, lahir generasi muda yang tak hanya cerdas akademis, tetapi juga berkarakter, berintegritas dan taat aturan. (jef)





