METRO PADANG

Rakor Bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Wawako Sebut Ada 29 Perlintasan KA Liar Berisiko

0
×

Rakor Bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Wawako Sebut Ada 29 Perlintasan KA Liar Berisiko

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri rakor peningkatan penanganan perlintasan sebidang kereta api di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, bersama Dinas Perhubungan, PT KAI, serta Pemko Pariaman dan Pemkab Padangpariaman.

PADANG, METRO–Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan penanganan perlintasan sebi­dang kereta api di Balai Teknik Per­keretaapian Kelas II Padang, Senin (8/9).

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perhubungan, PT KAI, ser­ta Pemerintah Kota (Pem­ko) Pariaman dan Ka­bupa­ten Padangpariaman.

Dalam rapat tersebut, Maigus Nasir menyampaikan bahwa di Kota Padang terdapat 92 perlintasan kereta api. Dari jumlah tersebut, hanya 36 titik yang sudah tertangani, 27 titik terdaftar namun belum dijaga, dan 29 titik lainnya merupakan perlintasan liar yang sangat berisiko.

“Terkait jalur kereta yang rawan kecelakaan, Bapak Wali Kota berpesan, bila memang belum ada solusi yang jelas, lebih baik ditutup sementara. Menyelamatkan nyawa jauh lebih penting,” ujar Maigus, di­dampingi Kepala Dinas Per­hubungan Kota Pa­dang, Ances Kurniawan.

Baca Juga  ”Padang Hebat”, Andre Rosiade Dukung Program Hendri-Hidayat Gratiskan Listrik Masjid-Mushalla

Maigus menekankan, penanganan perlintasan sebidang membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, mengingat keterbatasan dana tran­sfer daerah. Ia mengusulkan, jika anggaran pusat tidak tersedia, alternatifnya bisa dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perbankan.

“Kita juga perlu mela­ku­kan pendekatan bersama masyarakat untuk me­nga­tasi perlintasan liar agar tidak menimbulkan korban lebih banyak, seperti kasus yang menimpa pelajar SMA 10 beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Kepala Balai Teknik Per­keretaapian Kelas II Pa­dang, Hendrialdi, memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi, seperti pemasangan spanduk, penempatan pe­tugas Early Warning System (EWS), dan penyuluhan keselamatan.

Baca Juga  HUT Satpol PP Sumbar Dipusatkan di Sijunjung, Peringatan Dimeriahkan Penghijauan dan Goro

Ia juga menyebutkan, anggaran untuk penjagaan perlintasan, pemasangan palang pintu, dan gardu sudah disusun dan akan diajukan ke pemerintah pusat.

Di sisi lain, Vice President PT KAI Sumbar, Muh. Tri Setyawan, meminta dukungan pemerintah ka­bu­paten/kota dalam menyusun peta jalan penanganan perlintasan sebidang.

KAI juga memiliki program untuk menutup perlintasan yang lebarnya kurang dari 2 meter dan berharap pemerintah daerah dapat mendukung program tersebut saat dilaksanakan. (ren)