SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

93 Siswa MI, MTs dan MA se-Kota Sawahlunto Ikuti OMI Tahun 2025

0
×

93 Siswa MI, MTs dan MA se-Kota Sawahlunto Ikuti OMI Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
KOMPETISI OMI— Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto H.Dedi Wandra, mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan siswa yang mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2025 tingkat Kota Sawahlunto, Senin (8/9), di MAN Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2025 tingkat Kota Sawahlunto resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra pada Senin (8/9) di MAN Kota Sawahlunto. OMI tahun 2025 akan dimulai hari selasa sampai kamis, tanggal 9-11 september. Yang Diikuti oleh 93 siswa dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Kota Sawahlunto.

Kepala Kankemenag Kota Sawahlunto , H.Dedi Wandra dalam sambutannya memberikan pesan khusus kepada para peserta. Ia menegaskan pentingnya fokus dan kesungguhan dalam menghadapi kompetisi. “Dalam pelaksanaan, kalian harus teliti, mampu mengatur waktu dengan baik, dan hari ini beristirahat cukup agar besok siap berkompetisi,” pesannya.

Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan bahwa OMI adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali. Ia mendorong peserta untuk membuktikan kemampuan terbaik, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional.

“Jika kalian berhasil meraih juara di tingkat provinsi, kami akan mengantarkan ananda semuanya untuk tampil di tingkat nasional nantinya Jadikan ini motivasi, tunjukkan bahwa kalian bisa,” ujarnya.

Dengan mengusung te­ma “Islam dan Teknologi Digital”, OMI tahun ini menghadirkan cabang lomba beragam. Untuk tingkat MI, diperlombakan Matematika Integrasi dan IPAS Integrasi. Sementara tingkat MTs mengikuti Matematika, IPA, dan IPS integrasi.

Sedangkan tingkat MA mencakup Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Integrasi. Tema ini mempunyai makna dan harapan agar seluruh potensi diri yang dimiliki para murid dapat dijadikan inovasi dan menghasikan prestasi melalui ruang kompetisi yg menjunjug kejujuran dan integritas sehingga mampu membawa madesah semakin mendunia.

Kakankemenag menekankan bahwa jiwa kom­petisi itu harus diciptakan. Kalian adalah yang terbaik di madrasah masing-masing. Jangan berhenti di sini, jadilah yang terbaik di ting­kat provinsi hingga nasional nantinya. “Yakinlah dan percaya diri, insya Allah ka­lian mampu,” pungkasnya.(pin)