PADANG, METRO – Dinas Koperasi dan UKM Padang gelar pelatihan standar operasional prosedur (SOP) manajerial terhadap pengurus koperasi, Senin (22/4). Pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari ini melibatkan 40 peserta yang mengharapkan pengurus koperasi di Padang, harus menerapkan SOP manajerial.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pengurus koperasi dalam menjalankan operasional usaha simpan pinjam sesuai SOP manajerial.” ujar Plt Kadiskop UKM Padang Endrizal didampingi Kabid Pemberdayaan Koperasi Evilidiyanti, Senin kemarin.
Dikatakan Endrizal, koperasi merupakan soko guru bagi ekonomi negeri ini. Namun, belakangan masih banyak ditemukan koperasi yang mati suri karena tidak menjalankan operasional dengan menarapkan SOP manajerial. Bahkan, ada yang tidak memiliki SOP manajerial, tapi walaupun sudah memiliki standar operasional tetapi tidak dijalankan..Maka perlu kembali dilakukan pelatihan standar operasional prosedur manajerial ini ke depan. Sehingga kalau lupa masi diingatkan kembali di dalam pelatihan ini.
Kemudian juga bermaksud untuk meningkatkan kembali wawasan dan pengetahuan terhadap standar operasional manajerial koperasi. Sehingga bisa sasaran yang diharapkan terwujud, dalam hal pengelolaan koperasi yang sehat dan mantap melalui sistem pengelolaan yang profesional dan pelayanan yang prima.
Selain itu itu rewujudnya pengelolaan koperasi yang efektif dan efesien. Maka semakin diminati koperasi kembali oleh masyarakat sebagai soko guru ekonomi.
Pelatihan angkatan pertama yang dilaksanakan 22-25 April ini dikatarbelakangi kewajiban koperasi memiliki SOP manajerial dalam melaksanakan operasionalnya. Karena SOP manajerial itu diyakini mampu membuat tata kelola koperasi lebih sehat dan maksimal
Usai membuka pelatihan, Endrizal langsung memaparkan materinya sebaagai narasumber. Endrizal mengharapkan, kepada msyarakat Kota Padang harus mampu membaca peluang. Semua peluang usaha juga tidak terlepas dri dorongan dari lembaga perkoperasian di Kota Padang. “Antara lain petani di Kota Padang ini juga memiliki peluang di sektor agro bisnis,” ujar Endrizal.
Dikatakan Endrizal, peluang agrobisnis itu bisa saja dengan mengembangkan komodit pepaya Karena komoditi pepaya cukup memiliki potensi bisnis di Kota Padang Karena pangsa pacarnya di kota ini cukup menjanjikan .Bahkan, ia pernah membawa petani pepaya di Agam keluar negeri dengan mengembangkan potensi pepaya dan ubi kayu. (boy)





