METRO PESISIR

Wako Pariaman Hadiri Pengukuhan Pati Ambalau Pasa Piaman

0
×

Wako Pariaman Hadiri Pengukuhan Pati Ambalau Pasa Piaman

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN PENGURUS KAN— Wali Kota Pariaman, Yota Balad menghadiri pengukuhan (Pati Ambalau) kepengurusan KAN Pasa Pariaman periode 2025-2030, di Kompleks Masjid Raya Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Yota Balad menghadiri pengukuhan (Pati Ambalau) kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasa Pariaman periode 2025-2030 di  Kompleks Masjid Raya Pariaman menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kota Pariaman dengan lembaga adat.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh jajaran pengurus KAN Pasa yang baru. Ia juga menekankan bahwa KAN memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan pembangu­nan.

Menurutnya, sinergi antara tiga pilar utama, yaitu pemerintah (cadiak pandai), Niniak Mamak (adat), dan Alim Ulama (agama), yang dikenal dengan filosofi “Tungku Tigo Sajarangan”, adalah kunci utama untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Pengukuhan pengurus KAN yang dilakukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman tadi, adalah merupakan bukti bahwa keberadaan KAN Pasa ini telah kembali defenitif. Keberadaan pengurus KAN Pasa yang hari ini dikukuhkan oleh LKAAM Kota Pariaman tidak memisahkan adat dan tradisi yang pernah ada, dan berlaku dinagari pasa, “ ungkapnya.

Keberadaan KAN sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, sangat penting yaitu memelihara sako jo pusako, melestarikan adat dan budaya berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi khitabullah, serta melestarikan dan mengembangkan potensi kearifan lokal yang ada.  Tidak hanya itu, keseriusan Pemko Pariaman terhadap pengakuan kearifan lokal dapat terlihat dengan adanya peraturan daerah (Perda) tentang pemajuan kebudayaan dan perlindungan kearifan lokal. “Pemerintah Kota Pariaman tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari para Niniak Mamak selaku pemangku adat. KAN adalah garda terdepan dalam men­jaga nilai-nilai luhur adat dan budaya, sekaligus menjadi jembatan aspirasi bagi anak nagari. Disamping itu, kami juga mengajak semua elemen masya­rakat untuk selalu mengawasi anak – anak kita da­lam bermain media sosial, jangan sampai salah jalan yang menimbulkan efek negatif,” ujarnya.

Beliau juga berharap kepengurusan KAN Pasa yang baru dapat menjadi motor penggerak dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah ma­sya­rakat melalui musya­warah dan mufakat. “Selamat kepada pengurus KAN Pasa yang baru dikukuhkan. Amanah ini besar, namun dengan kebersamaan, saya yakin Nagari Pasa akan semakin maju dan berdaya saing,” ujar­nya.

Sementara itu, Ketua KAN Pasa yang baru diku­kuhkan, Yusran Yatim, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dan kehadiran Wali Kota Pariaman yang menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap eksistensi lembaga adat. “Insya Allah, kami siap bergande­ngan tangan dengan Pemerintah Kota Pariaman. Karena sebelum kami dilantik, kami telah berkomitmen untuk selalu mendukung setiap kebijakan dan program pembangu­nan yang berpihak kepada anak nagari. Tidak hanya itu, kami juga akan melakukan bimbingan terhadap anak – anak kami agar kita bersama siap menjaga dan melestarikan adat salingka di Kota Pariaman umum­nya dan di Nagari Pasa khususnya, “ ungkapnya.

Pengukuhan (pati ambalau) Kepengurusan KAN Pasa Pariaman Periode 2025-203 yang dihadiri Pe­ngurus LKAAM Kota Pariaman, Ketua DPRD Kota Pa­riaman, Muhajir Muslim, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, para pemangku adat dari nagari tetangga, Tokoh Masyarakat, dan Bundo Kanduang ini ditutup de­ngan prosesi makan bajamba, simbol persatuan dan kebersamaan antara pe­mimpin dan masyara­katnya. “Amanah ini berat, namun dengan dukungan seluruh anak nagari dan sinergi yang baik dengan Pemerintah Kota, kami optimis dapat membawa KAN Pasa ke arah yang lebih baik. Kami siap menjadi mitra sekaligus pendukung utama pemerintah dalam mewujudkan visi Kota Pariaman sebagai Kota Wisata yang Maju, Mandiri, Kreatif Berbasis Agama dan Berbudaya, “ ujarnya mengakhiri.(efa)