SOLOK/SOLSEL

Lahirkan Generasi Qur’ani, 2.054 Santri Tahfidz Diwisuda di Solok Selatan

0
×

Lahirkan Generasi Qur’ani, 2.054 Santri Tahfidz Diwisuda di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO – Kabupaten Solok Selatan kembali menorehkan prestasi dalam upaya mencetak generasi Qur’ani. Sebanyak 2.054 santri tahfidz diwisuda pada Wisuda Akbar Tahfidz Quran II, Sabtu, 6 September 2025 di GOR Rimbo Tangah.

Acara berlangsung khidmat dengan ribuan orang tua menyaksikan langsung pencapaian anak-anak mereka.

Wisuda Akbar Tahfidz Quran II mengangkat tema “Generasi Qur’ani, Menyatukan Hati, Memajukan Negeri”.

Bupati Solok Selatan, Khairunas menyebut momentum ini sebagai tonggak penting dalam pembangunan generasi muda.

“Hari ini adalah hari penuh kebahagiaan. Kita menyaksikan lahirnya generasi Qur’ani, sebanyak 2.054 Hafidz dan hafidzah yang diwisuda hari ini,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menegaskan, menghafal Al-Quran hanyalah awal dari perjalanan panjang. Tantangan yang lebih besar ada pada menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Menghafal adalah awal, menjaga hafalan adalah perjuangan, mengamalkan Al-Quran adalah tujuan sejati,” kata Khairunas.

Program unggulan Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz Quran menjadi pilar utama lahirnya generasi Qur’ani di Solok Selatan. Dalam kurun empat tahun, tercatat sudah berdiri 462 rumah tahfidz, terdiri dari 243 binaan pemerintah dan 219 mandiri.

Rumah-rumah tahfidz ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, menghafal, dan memahami kandungan Al-Quran.

Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan, Fitriyoni, menegaskan pentingnya peran pendidikan berbasis agama dalam menghadapi perubahan zaman.

“Meningkatkan pengamalan Al-Quran sangat penting. Apalagi di tengah perubahan nilai, tentu menjadi perhatian agar generasi tidak jatuh pada degradasi moral,” ujarnya.

Sekdakab Solok Selatan, Syamsurizaldi menambahkan, jumlah peserta wisuda tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. “Wisuda pertama pada 2024 diikuti 1.514 santri. Tahun ini mencapai 2.021 santri dengan didampingi 33 guru, sehingga total 2.054 orang,” katanya.

Peningkatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Quran semakin mendapat tempat di hati masyarakat Solok Selatan. Harapannya, generasi muda yang lahir dari rumah tahfidz tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan iman.

Penceramah, Buya Ristawardi, turut mengapresiasi langkah pemerintah daerah. “Melalui program unggulan Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz, saya melihat ini satu-satunya yang berjalan konsisten di Sumatera Barat. Ini patut dijaga dan diteruskan,” ujarnya. ***