HIBURAN

Menari di Pinggir Batang Sangir Solok Selatan, Theresa Padukan Bali dan Minang

1
×

Menari di Pinggir Batang Sangir Solok Selatan, Theresa Padukan Bali dan Minang

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO – Di sebuah tepian sungai yang jernih di Pulau Mutiara, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, seorang perempuan tampak larut dalam gerak.

Tangan lentik meniru lenggak tari Bali, lalu tiba-tiba tubuhnya merunduk dengan langkah silat yang khas Minangkabau. Gerakan itu bukan sekadar tarian, melainkan pertemuan dua tradisi yang ia rangkai menjadi bahasa tubuh baru.

Perempuan itu adalah Theresa Febrysta Fuad. Ia Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Selatan. Video tariannya yang direkam di alam terbuka itu belakangan beredar di media sosial.

“Gerakan itu terinspirasi dari gerakan silat yang dikembangkan ke dalam bentuk tari Bali dan Minang dengan konsep kontemporer,” kata Theresa, Jumat (5/9).

Theresa menyebut tarian itu tak memiliki nama khusus. Ia hanya mengambil pijakan dari tari Bali, lalu menganyamnya dengan dinamika Minangkabau.

Pilihan lokasi pun bukan kebetulan. Pulau Mutiara, yang sebenarnya adalah tepian Batang Sangir, ia pilih agar gerak tari sekaligus menjadi promosi wisata.

Latar belakang seni Theresa cukup panjang. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, lalu melanjutkan magister di ISI Padang Panjang.

Sejak kecil, bakat seni sudah melekat dalam dirinya. Masa SMA di SMKN 7 Padang ia habiskan dengan menekuni seni pertunjukan.

Kini, di tengah tugasnya sebagai pejabat daerah, Theresa tak ingin meninggalkan panggilan jiwanya. Ia masih setia menari, berkreasi, dan mencari cara agar budaya Minangkabau tak sekadar dikenang, melainkan hidup berdialog dengan tradisi lain. (jef)