METRO SUMBAR

Lantik Pejabat Eselon II, Gubernur Mahyeldi Tekankan Integritas dan Profesionalisme

0
×

Lantik Pejabat Eselon II, Gubernur Mahyeldi Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN—Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemprov Sumbar. Pelantikan berlangsung di Auditorium Gubernuran, Selasa (2/9).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Pelantikan berlangsung di Auditorium Gubernuran, Selasa (2/9).

Pejabat yang dilantik yakni Andri Yulika, SH, M.Hum, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum kini dipercaya sebagai Inspektur Daerah, serta Medi Iswandi, ST, MM, yang sebelumnya Kepala Bappeda kini menjabat Asisten Administrasi Umum.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni admi­nistratif, melainkan momentum penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik, profesio­nal, dan berintegritas.”Kita berada pada masa efisiensi anggaran dan dinamika politik yang cukup hangat.

Baca Juga  Irfendi Arbi Terus Dukung KONI untuk Dunia Olahraga

Karena itu, pejabat yang baru dilantik harus mampu memaksimalkan pelaksa­naan program pembangunan dan memastikan penggunaan anggaran tepat guna,” pesan Mahyeldi.

Ia menambahkan, proses pelantikan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri RI serta rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Lebih jauh, Mahyeldi mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

”Laksanakan dengan pro­fesionalisme, integritas, dan loyalitas penuh untuk rakyat Sumbar. Dan jangan lupa, awali setiap pekerjaan dengan doa, karena doa a­dalah otaknya ibadah,” ujarnya.

Baca Juga  Liburan Pelajar di Tanahdatar Diperpanjang

Gubernur juga menekankan pentingnya peran strategis pejabat yang baru dilantik. Inspektur, misal­nya, tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai konsultan, katalis, dan penjamin mutu da­lam tata kelola pemerin­ta­han.”Inspektur bukan hanya ‘pengawas’, melainkan juga consulting, dan coaching untuk mendorong perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, tata kelola pemerintahan dapat terjaga bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” jelasnya. (fan)