BERITA UTAMA

Tersangka Wanda Peragakan 155 Adegan di 3 TKP, 500 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan

0
×

Tersangka Wanda Peragakan 155 Adegan di 3 TKP, 500 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan

Sebarkan artikel ini
PEMBUNUHAN— Tersangka Satria Juwanda (25) yang terlibat kasus mutilasi dan pembunuhan tiga gadis di Padangpariaman.

PDG. PARIAMAN, METRO–Penyidik Satreskrim Pol­res Padangpariaman akan melaksanakan re­kons­truksi kasus pembu­nuhan berantai dan muti­lasi terhadap tiga wanita muda yang dilakukan ter­sangka Satria Juwanda (25) warga Korong Lakuak, Na­gari Sungai Buluh, Keca­matan Batang Anai, pada Rabu (3/9).

Diketahui,  tersangka Wanda melakukan mutilasi terhadap korban Septia Adinda (25). Tubuh korban dipotong 10 bagian lalu dibuang ke sungai. Se­mentara dua korban lain­nya yakni Siska Oktavia Rusdi alias Cika (23) dan Adek Agustina (24).  Cika, merupakan pacar ter­sang­ka Wanda, sedangkan Adek teman Cika. Jasad kedua­nya dikubur di dalam sumur tua di belakang rumah.

Terbongkarnya pembu­nu­han berantai itu, setelah Polisi melakukan penyeli­dikan terkait penemuan po­tongan tubuh korban pem­bunuhan dan mutilasi Septia Adinda di aliran Sungai Batang Anai, Ka­bupaten Padangpariaman dan Kota Padang, pada Selasa (17/6) dan Rabu (18/6).

Pascapenemuan ma­yat Septia Adinda itu­lah, Polisi berhasil mengung­kap identitas pelaku pemu­tilasi gadis yang tubuhnya terpotong-potong menjadi beberapa bagian dan ber­hasil menangkap Wanda di kediamannya. Namun, dari hasil pemeriksaan, Wanda mengaku melakukan pem­bunuhan terhadap dua pe­rempuan lainnya.

Wanda melakukan pem­bunuhan sadis tehadap dua gadis bernama Siska Oktavia Rusdi yang akrab disapa Cika dan Adek Gus­tiana pada Januari 2024 silam. Usai membunuh kedua mahsiswi  Fakultas Manajemen AKBP-STIE Padang itu, Wanda mem­buang mayatnya ke dalam sumur tua yang berada di belakang rumahnya.

Polisi yang menda­pat­kan pengakuan Wanda se­ge­ra melakukan evakuasi dengan memasang Police Line mengelilingi rumah Wanda pada Kamis (19/6). Tim Inafis Polres Padang­pariaman bersama BPBD turun langsung ke lokasi dan membongkar sumur untuk mengangkat jasad kedua mahasiswi itu yang tutut disaksikan ratusan warga dan keluarga korban.

Yang lebih menye­dih­kan lagi, pada saat proses pembongkaran sumur, ibu kandung korban Siska Ok­tavia Putri alias Cika, Nila Yusnita (49), yang ingin menyaksikan langsung di lokasi, malah menyusul putri kesayangannya itu menghadap Sang Khalik..

Jarak rumah Nila ke sumur sekitar 3 kilometer. Di pertengahan jalan, 500 meter dari lokasi sumur, sang ibu kena serangan jantung dan meninggal du­nia. Ibu Cika sempat jatuh pingsan dan langsung dila­rikan ke Puskesmas ter­dekat. Sayangnya, tim me­dis yang menangani ibu Cika menyatakannya su­dah meninggal dunia.

Kapolres Padangparia­man AKBP Ahmad Faisol Amir membenarkan pihak­nya akan melakukan re­kons­truksi perkara pembu­nuhan sadis yang dilaku­kan tersangka Wanda. Me­nurutnya, proses rekonst­ruksi akan berlangsung besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

“Rekonstruksi ini akan kami lakukan di tiga TKP. Sesuai rencana, rekons­trukai akan diperagakan langsung oleh tersangka. Kita berha­rap rekonstruksi berjalan lancar dan aman agar per­kara ini bisa sege­ra kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tersangka segera disi­dang­kan,” kata AKBP Fai­sol, Selasa (2/9).

Dijelaskan AKBP Faisol, terkait lokasi rekonstruksi, TKP pertama terkait kasus pembunuhan korban Cika dan Adek dilaksankan di ru­mah tersangka. TKP ke­dua di pabrik batu bata ri­ngan tempat kerja tersang­ka. Di sana tersangka mem­bunuh korban Septia Adina dan memutilasi tubuh korban.

“TKP ketiga di Jem­ba­tan Kuliek tempat ter­sang­ka membuang potongan tubuh korban Septia Adin­da. Untuk titik rekonstruksi ada di 30 titik. Di tiga TKP ini akan berlangsung 155 adegan. Dengan rincian kasus Cika dan Adek se­banyak 42 adegan dan kasus Dinda 113,” tuturnya.

Ditambahkan AKBP Fai­sol, dalam proses rekon­truksi nantinya, pihaknya juga mengerahkan 500 per­sonel gabungan untuk me­lakukan pengamanan sela­ma proses rekonstruksi. Banyaknya personel yang dikerahkan untuk me­ng­antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Personel ini terdiri dari tim gabungan, mulai dari personel Polres Padang Pariaman, Satpol PP, Dis­hub dan BPBD. Selain itu, proses rekonstruksi juga akan dibantu oleh Sat Bri­mob Polda Sumbar dan Ditsamapta Polda Sum­bar,” tegas AKBP Faisol.

Selama proses rekon­struksi, AKBP Faisol meng­himbau kepada masya­rakat untuk bersabar kare­na akan terjadi perlam­batan arus atau bahkan pemberlakuan jalur satu arah. Selain itu, bagi ma­sya­rakat yang ingin me­nyak­sikan diminta me­ma­tuhi imbaan dari pe­tugas di sana.

“Rekonstruksi ini bakal dihadirkan juga oleh Jaksa. Menurut Faisol, rekons­truksi dilakukan untuk taha­pan perlengkapan berkas acara pemeriksaan. Sete­lah rekonstruksi, selanjut­nya kami akan lakukan ta­hap pelimpahan tersang­ka berikut barang bukti atau tahap 2,” pungkasnya. (*)