METRO PADANG

1.500 Maba Unand Ikut Subuh Mubarakah, Rektor Ajak Mahasiswa Jauhi Zina, Jaga Marwah dan Harga Diri

0
×

1.500 Maba Unand Ikut Subuh Mubarakah, Rektor Ajak Mahasiswa Jauhi Zina, Jaga Marwah dan Harga Diri

Sebarkan artikel ini
SUBUH MUBARAKAH— Sekitar 1.500 mahasiswa baru Unand mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah, yang dibuka langsung oleh Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi, di Masjid Nurul Ilmi kampus Limau Manis, Selasa (2/9).

LIMAU MANIS, METRO–Rektor Universitas Andalas (Unand) Dr. Efa Yonnedi, membuka secara resmi kegia­tan Subuh Mubarakah Mahasiswa Baru 2025 di Masjid Nurul Ilmi kampus Limau Manis, Selasa (2/9).

Kegiatan yang dimulai setelah shalat Subuh berjamaah ini diikuti lebih kurang dari 1.500 mahasiswa baru, serta dihadiri lengkap jajaran pimpinan Unand, baik di tingkat Rektorat maupun Fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor menekan­kan pentingnya menjadikan shalat subuh berjamaah sebagai kebiasaan harian selu­ruh mahasiswa. “Orang yang bangun dan mandi sebelum Subuh adalah orang yang benar-benar siap menghadapi kehidupan. Mahasiswa Unand harus menjadikan subuh berjamaah sebagai identitas dan pembeda,” ujar Efa.

Menurutnya, kebiasa­an bangun pagi membuat pikiran lebih segar, membantu mahasiswa merencanakan aktivitas secara produktif, sekaligus mem­bentuk pola tidur yang teratur. “Program ini bukan sekadar ibadah bersama, tetapi latihan membangun karakter. Mahasiswa yang terbiasa bangun pagi akan lebih siap menghadapi aktivitas akademik maupun kehidupan sosial,” ujarnya.

Rektor mengajak mahasiswa memahami bahwa keunggulan sejati da­lam hidup, termasuk dalam dunia usaha, lahir dari keunikan yang tidak mudah ditiru orang lain. “Dalam bisnis yang bertahan lama, yang unggul adalah bisnis yang unik, sulit diimitasi, dan memiliki pengetahuan yang khas.”

“Begitu pula dengan se­orang muslim. Kita sama-sama shalat, sama-sama ber­puasa, sama-sama ber­haji. Tapi apa yang mem­bedakan kita?” jelas Rektor.

Mengutip Ali Bin Abi Thalib ra, Efa menjelaskan, pertama, adalah ke­pe­du­lian. Orang yang unik adalah mereka yang tetap peduli meskipun dalam kondisi sulit. Kepedulian itu lahir dari cinta, ketulusan, dan keikhlasan karena Allah. Tidak semua orang yang beribadah mampu melahirkan kepedulian,” jelasnya.

Untuk itu ia mengajak seluruh sivitas akademika Unand untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan terhadap lingkungan. Kedua, lanjut Rektor, keunggulan seorang muslim tercermin dari kemampuannya menjaga kehormatan diri, keluarga, dan orang tua, terutama ketika sendirian.

Contohnya ada perintah Allah untuk tidak men­dekati zina. Apa itu mendekati zina? Rektor mengibaratkan sebuah benda yang disimpan dalam da­lam peti besi, di letakkan rumah lantai dua yang dikunci rapat hingga ke pagar.

“Nah tidak mendekati zina berarti jangan mendekati pagar itu. Jadi pagar rumahnya saja tidak boleh didekati apa lagi benda yang tersimpat jauh di lantai dua. Jadi semua mahasiswa Unand harus menjaga marwah dan harga dirinya,” pesan Rektor.

Kegiatan Subuh Mubarakah ini menjadi agenda awal pembinaan karakter mahasiswa baru Unand. Melalui kegiatan keagamaan yang terintegrasi dengan pengembangan akademik, Unand berharap dapat membentuk generasi cerdas, berintegritas, dan berkarakter mulia.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph. D menekankan bahwa kampus dengan luas 500 hektare ini sejatinya sudah menyerupai sebuah kota mandiri. Karena itu, Universitas Andalas mesti memiliki ciri khas: bersih, tertib, dan bermartabat. Subuh Mubarakah diha­rap­kan menjadi pintu masuk pembiasaan hidup sehat, berdisiplin, sekaligus membangun kepedulian sosial.

Ia mengungkapkan, be­berapa rektor dari perguruan tinggi lain, bahkan kolega dari Malaysia, mulai melirik program ini. Universitas Andalas memiliki keunggulan dengan jarak asrama yang dekat dengan masjid, sehingga memu­dah­kan mahasiswa untuk hadir. Pembangunan koridor penghubung asrama–masjid juga akan semakin memfasilitasi kehadiran jamaah meski saat hujan. (ren/rel)