BERITA UTAMA

Ketua LKAAM Sumbar Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tidak Terprovokasi

1
×

Ketua LKAAM Sumbar Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tidak Terprovokasi

Sebarkan artikel ini
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar

PADANG, METRO–Ketua Lembaga Kera­patan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumatra Barat (Sumbar), Fauzi Ba­har mengimbau seluruh masyarakat Sumbar untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang ber­kem­bang saat ini.

Menurutnya, negara telah menjamin hak setiap warga untuk menyam­pai­kan pendapat. Namun, ke­bebasan tersebut harus disalurkan sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Marilah kita ikuti atu­ran yang berlaku, jangan mudah terprovokasi dari isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Fauzi Bahar.

Ia menekankan, de­mok­rasi harus dijalankan dengan cara yang beradab dan damai. Penyampaian aspirasi di negara de­mok­rasi juga dijamin oleh pe­merintah, baik melalui aksi damai, demonstrasi, bah­kan panggung rakyat atau sebagainya. Malah jika penyampaian aspirasi su­dah dilarang, ia menilai ada yang salah dalam ne­gara demokrasi.

“Mari kita hidup damai, mari kita berdemokrasi dengan cara yang telah ditentukan. Dan mari ber­sama-sama kita jaga Sum­bar, Ranah Minang tercinta, tetap dalam suasana yang aman, damai, dan har­monis. Kalau tidak boleh menyampaikan aspirasi, kami niniak mamak pun akan berdiri paling depan untuk memastikan semua keluh kesah masyarakat sampai ke pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga  Bermain Api, Penghuni Tewas Dalam Rumah

Untuk itu, Fauzi Bahar mengingatkan anak ka­manakan di perantauan agar tidak ikut terprovokasi dalam menyampaikan as­pi­rasi hingga terjerumus pada aksi anarkis. Ia pun berharap penyampaian aspirasi harus tetap pada substansi-nya, tidak ter­sulut atau terprovokasi hingga melakukan peru­sakan bahkan penjarahan.

“Tindakan anarkis se­perti itu nantinya hanya akan merugikan masya­rakat sendiri, mengingat sejumlah fasilitas yang rusak berasal dari uang rakyat dan akan diperbaiki melalui uang rakyat. Selain itu, gerakkan yang tidak subtantif juga akan beru­jung pada adu fisik antara anak dan kemanakan itu sendiri. Kalau gerakkan berujung chaos, yang akan bergesakkan itu antara kita dan kita saja. Polisi itu orang sini, terkadang mere­ka saudara atau mamak kamanakan kita juga,” tu­turnya.

Baca Juga  3 Pengedar Sabu Diringkus Tim Tarantula

Fauzi Bahar berharap gerakkan yang fokus pada tujuan awal pasti akan berjalan sesuai koridor, sehingga tidak ada yang dirugikan. Melihat situasi yang terjadi saat ini, ia memintapemerintah harus segera hadir menanggapi tuntutan masyarakat.

“Kalau dibiarkan dan terus meruncing kejadian 1998 bisa terulang. Kalau sudah terulang negara bisa kolabs, masyarakat men­cari nafkah tidak bisa, beri­badah juga terganggu. Saya berdoa semoga selu­ruh anak kamanakan kami dijauhkan dari segala hal buruk dalam kondisi seper­ti ini. Saya sangat yakin bahwa orang minang tidak akan mudah terpancing dan akan tetap berpikir jernih dalam setiap mela­kukan tindakkan,” tutupnya. (*)