BERITA UTAMA

Berantas Aktivitas Penambangan Tanpa Izin, Kapolda Sumbar Kembalikan Kejernihan Sungai Batang Kuantan

0
×

Berantas Aktivitas Penambangan Tanpa Izin, Kapolda Sumbar Kembalikan Kejernihan Sungai Batang Kuantan

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO–Upaya Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam memberantas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) mulai memperlihatkan hasil nyata. Sungai Batang Kuantan yang selama lebih dari 20 tahun tercemar dan berair sangat keruh, kini perlahan kembali jernih.

Langkah tegas Kapolda Sumbar di wilayah yang selama ini dianggap sulit disentuh, mendapat apresiasi luas dari masyarakat Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi. Warga menilai tindakan tersebut tidak hanya sebatas penegakan hukum, te­tapi juga bentuk nyata penyelamatan lingkungan dan kehidupan mereka.

Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dinilai berhasil memutus rantai kerusakan alam yang selama ini dibiarkan. Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sempat keruh akibat aktivitas tambang ilegal, namun kini berangsur membaik berkat penindakan yang dilakukan aparat kepolisian.

“Kalau bukan karena keberanian Kapolda Sumbar, mungkin sungai ini tidak akan pernah jernih lagi. Kami sangat berterima kasih,” tutur Dedi, warga Kuansing, dengan wajah sumringah saat ditemui di tepi sungai.

Hal senada diungkapkan Itot, warga lainnya. Ia menilai Kapolda Sumbar berpihak kepada masya­rakat kecil. “Beliau berani melawan PETI yang sudah merusak lingkungan kami. Air sungai sekarang kem­bali bisa dipakai, anak-anak bisa mandi lagi, dan kami merasa hidup normal kembali,” katanya.

Masyarakat pun menilai langkah Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sebagai bukti nyata bahwa kehadiran polisi bukan hanya untuk menindak pelaku kriminal, tetapi juga menjaga kesejahteraan publik. Dampak positif yang muncul bahkan menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

Sungai Batang Kuantan sendiri memiliki makna kultural penting bagi ma­syarakat Kuansing. Setiap tahunnya, sungai ini menjadi arena pacu jalur yang menjadi kebanggaan daerah. Dengan kondisi sungai yang kembali jernih, masyarakat optimistis tradisi tersebut akan semakin meriah dan menarik perhatian wisatawan.

“Kalau air bersih, pacu jalur akan lebih meriah. Pariwisata bisa maju, eko­nomi rakyat pun ikut terdongkrak. Semua itu berkat ketegasan Kapolda Sumbar,” kata Dedi menambahkan.

Pemulihan ekosistem pun mulai terasa. Ikan-ikan yang sempat sulit ditemui kini muncul kembali, memberi harapan baru bagi nelayan tradisional untuk melanjutkan mata pencaharian mereka.

Keberhasilan Kapolda Sumbar ini juga memunculkan semangat baru bagi masyarakat. Mereka yakin dengan kepemimpinan yang kuat, PETI bisa diberantas sampai tuntas. “Ka­mi siap mendukung kepolisian menjaga lingkungan agar tidak rusak lagi,” ungkap Itot.

Namun masyarakat ju­ga berharap penindakan tidak hanya berhenti pada pekerja lapangan. “Kalau hanya pekerja kecil yang ditindak, tidak akan ada habisnya. Kami percaya Kapolda mampu menyentuh aktor besar di balik PETI,” ujar Dedi penuh harap.

Menanggapi apresiasi masyarakat, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras jajaran yang di­dukung partisipasi warga.

“Apa yang dilakukan Kapolda bukan hanya demi penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga wari­san alam agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang. Dukungan masya­rakat sangat penting agar PETI benar-benar bisa diberantas sampai tuntas,” tegasnya.

Atas segala upaya ter­sebut, nama Kapolda Sumbar kini harum di mata masyarakat Kuansing. Sosok Irjen Pol Gatot Tri Suryanta tidak hanya dipandang sebagai pemimpin kepolisian, tetapi juga pe­juang lingkungan yang telah mengembalikan harapan hidup warga setelah puluhan tahun tertekan oleh aktivitas PETI. (*)