PAYAKUMBUH, METRO–Tim gabungan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau dan Inafis Polda Sumbar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa kebakaran pusat pertokoan Pasar Payakumbuh untuk mengungkap sumber api yang menghanguskan ratusan petak toko dan kios.
Proses olah TKP ini dipimpin langsung oleh Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo didampigi Kabag Log Kompol Kaspi Darmis, Kasat Intelkam AKP Akno Pilindo, dan Kapolsek Kota Payakumbuh AKP Amirwan pada Rabu (27/8). Selain itu, beberapa pemilik toko yang terdampak juga hadir di lokasi, menyaksikan langsung upaya tim dalam mengungkap misteri di balik insiden ini.
Pada kesempatan itu, AKBP Ricky Ricardo mengatakan, pelaksanaan olah TKP yang dilakukan Tim Bidlabfor dan Inafis akan melakukan serangkaian tindakan kriminalistik yang meliputi pengamatan umum, dokumentasi, pemeriksaan tingkat kerusakan, arah penjalaran api serta penentuan Lokasi Api Pertama Kebakaran (LAPK).
“Selain itu, tim olah TKP nantinya juga akan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta mengambil sampel barang bukti dari lokasi kebakaran. Intinya, agenda tim yang bertugas bertujuan untuk menentukan penyebab dan titik api pertama kebakaran, “ ungkap AKBP Ricky kepada wartawan.
AKBP Ricky meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan jangan terlalu jauh berspekulasi perihal penyebab kebakaran, karena informasi yang simpang siur dan tidak berdasar bisa jadi akan menimbulkan permasalahan baru serta keresahan sosial.
“Mari kita percayakan segala sesuatunya kepada tim yang bertugas, setelah hasil proses penyelidikan keluar, kita akan release dan sebar kepada masyarakat,” tuturnya.
Disinggung tentang berapa lama hasil penyelidikan keluar, AKBP Ricky mengakui dirinya telah melakukan koordinasi dengan tim yang bertugas. Rentang waktu tiga hari atau paling lama satu minggu berkemungkinan hasil penyelidikan sudah di dapatkan.
“Kami memiliki visi yang sama dengan semua pihak untuk menemukan titik terang penyebab terjadinya kebakaran ini. Penyelidikan ini diharapkan bisa memberikan jawaban yang akurat dan transparan bagi semua pihak yang terdampak,” tutupnya. (uus)






