SOLOK/SOLSEL

4.602 Pelajar di Solsel Nikmati Makan Bergizi Gratis, 20 Sekolah Sudah Mendapatkan Distribusi, mulai dari TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA

0
×

4.602 Pelajar di Solsel Nikmati Makan Bergizi Gratis, 20 Sekolah Sudah Mendapatkan Distribusi, mulai dari TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA

Sebarkan artikel ini
NIKMATI MBG— Sejumlah siswa siswi SMA di Solsel saat menikmati program makanan gratis dari pemerintah. Sebanyak 4.602 pelajar telah mulai mendapatkan MBG setiap hari, dimulai pada Senin (25/8) lalu.

PADANG ARO, METRO–Sebanyak 4.602 pelajar di Kabupaten Solok Selatan telah mulai mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari, dimulai pada Senin (25/8) pekan ini. Sebanyak 20 sekolah yang sudah mendapatkan distribusi dari program ini mulai dari TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.

Bupati Solok Selatan melalui Sekretaris Daerah Dr. H. Syamsurizaldi mengatakan distribusi makanan untuk MBG ini datang dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni di Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Sangir.

“Sudah mulai dari Senin pekan ini dan didistribusikan dari dua SPPG, di Pulakek Koto Baru di Kecamatan Sungai Pagu dan Bukit Patanahan Kecamatan Sa­ngir,” kata Syamsurizaldi di kantornya, Kamis (28/8).

Baca Juga  Kebijakan Aktivitas Belajar di Sekolah masih Pro Kontra

Menu yang disediakan untuk MBG ini pun beragam dan dinilai telah memenuhi standar gizi sesuai dengan arahan dan pemantauan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui stafnya yang di­tempatkan langsung di tiap SPPG. Contohnya saja me­nu hari ini, para siswa di­berikan lauk seperti telur, sayur, dan buah untuk pendamping nasi sebagai sumber karbohidrat, disamping juga diberikan susu.

Dalam waktu dekat akan ada dua SPPG lagi yang akan mulai beroperasi, di Kecamatan Sangir dan Kecamatan Sangir Jujuan. Sehingga akan lebih banyak lagi pelajar yang akan ikut merasakan program dari pemerintah pusat ini.

Baca Juga  Pemko Solok Harapkan Aset Pemprov Dihibahkan ke Daerah

Dalam kesempatan ini Sekda juga menghimbau bagi masyarakat Solok Selatan, tak tertutup kepada para perantau untuk ikut menyukseskan program ini dengan mendaftarkan diri sebagai penyelenggara SPPG.

Sebab, untuk mencakup seluruh wilayah Solok Selatan dan menyasar seluruh pelajar, hingga balita dan ibu hamil diperkirakan akan membutuhkan 17 hingga 20 SPPG.

“Pembangunan SPPG ini kan dilakukan oleh pihak ketiga, diverifikasi langsung oleh BGN. Jadi kesiapan sarana, operasional semuanya dilakukan oleh BGN. Sedangkan pemerintah kabupaten memberikan data sasarannya saja. Jadi kami mengajak ma­ syarakat yang berminat untuk ikut menyukseskan program ini,” tutupnya. (jef)