OLAHRAGA

LaLiga Spanyol Hadirkan Inovasi Visualisasi 3D untuk Sambut Musim Baru, Indonesia Tetap Jadi Pasar Utama

0
×

LaLiga Spanyol Hadirkan Inovasi Visualisasi 3D untuk Sambut Musim Baru, Indonesia Tetap Jadi Pasar Utama

Sebarkan artikel ini
DELEGASI LA LIGA— Delegasi LaLiga untuk Indonesia, Almudena Gomez menegaskan komitmen untuk semakin dekat dengan penggemar sepak bola Spanyol yang ada di Indonesia.

JAKARTA, METRO–Kompetisi sepak bola Spanyol, LaLiga memulai musim 2025/2026 dengan terobosan baru berupa visualisasi tiga dimensi (3D). Inovasi itu dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda dari musim-mu­sim sebelumnya.

LaLiga Spanyol telah memulai musim baru pada 15 Agustus 2025. Kompetisi kasta tertinggi Negeri Matador itu hadir dengan cerita menarik dan banyak wajah baru.

Real Madrid misalnya, pada musim ini siap me­rumput di bawah racikan tim dari Xabi Alonso. Los Blancos juga mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Trent Alexander-Arnold yang resmi bergabung dari Liverpool.

Kemudian tetangga dan rivalnya, Atlético de Madrid memperkuat lini belakang dengan kehadiran Dávio Hancko. Lalu Barcelona menambah daya serang lewat Marcus Rashford, serta Elche CF kini ditangani oleh pelatih baru, Eder Sarabia.

LaLiga sebagai operator pun mencoba me­ning­katkan standar kompetisi dengan sederet inovasi. LaLiga pada musim ini hadir dengan pengalaman berbeda untuk para peng­gemar dengan kampanye “See What You’ve Never Seen Before”.

Sebelum pertandingan dimulai, penonton dan peng­gemar LaLiga Spanyol akan disuguhkan tontonan visualisasi tiga dimensi menampilkan elemen yang melambangkan kola­borasi dan semangat kompetitif klub-klub di bawah naungan LaLiga, sebagai inti dari “The Power of Our Fútbol.”

Selain itu, pada musim ini LaLiga juga ingin mempertegas komitmennya untuk semakin dekat de­ngan penggemar sepak bola Spanyol yang ada di Indonesia. Hal itu dikatakan oleh Delegasi LaLiga untuk Indonesia, Almudena Gomez.

“Jadi LaLiga, seperti yang sudah sering saya katakan, kami punya strategi internasional yang besar. Indonesia adalah salah satu pasar utama kami. Kami punya jutaan penggemar dari Indonesia, baik untuk klub-klub maupun untuk LaLiga itu sendiri. Dan mereka sa­ngat fanatik,” kata Almudena Gomez dalam keterangan resmi­nya di Jakarta Timur.

“Fans Indonesia, saya bisa katakan, masuk daftar teratas sebagai penggemar paling fanatik. Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang terus tumbuh. Kami ingin lebih dekat de­ngan penggemar kami dan terus memperluas liga kami, LaLiga di Indonesia,” tambahnya.

LaLiga sendiri sudah memiliki hubungan baik dengan Indonesia sejak 2017. Tiap tahunnya hubu­ngan kedua belah pihak makin dekat dengan beberapa aktivasi yang dilakukan. Mulai dari pembe­rangkatan pemain muda nasional ke klub-klub LaLiga, menyelenggarakan a­cara nonton bareng bersama para legenda, hingga menghadirkan LaLiga Youth Tournament sebagai wadah pengembangan ba­kat generasi muda.

Hubungan baik Indonesia dan LaLiga ini juga dirasakan oleh Alejandro Catena, bek tangguh milik CA Osasuna. Ia menyebut eratnya jalinan antara Indonesia dan Spanyol da­lam dunia sepak bola.

Melalui akademi Tajonar, kesempatan berharga diberikan kepada dua pemain muda Indonesia yang sempat berlatih di sana musim lalu. Menurut Catena, pengalaman itu menjadi awal yang baik untuk memperkuat hubungan kedua belah pihak.

“Musim lalu, pemain Indonesia berlatih di Tajonar untuk mengenal klub sekaligus mengasah kemampuan mereka. Saya berharap kolaborasi ini bisa terus terjaga dan semakin berkembang ke de­pannya,” ungkap Catena.

Menariknya lagi, LaLiga Indonesia juga menggelar Sports Day pada Rabu (27/8) di Jakarta yang melibatkan jurnalis Indonesia, termasuk JawaPos.com. Kegiatan ini dilakukan untuk memeriahkan musim baru LaLiga 2025/2026. (jpg)