AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Hamdi, saat mewakili Bupati Agam dalam rapat pengendalian inflasi nasional yang digelar secara hybrid, Senin (25/8).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Agam tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Thomsi Tohir, dan diikuti oleh pemerintah daerah se-Indonesia.
Dalam arahannya, Kemendagri menekankan pentingnya langkah strategis dan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi di berbagai daerah. Salah satu fokus pembahasan adalah terkait perkembangan harga minyak goreng rakyat (Minyakita).
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 23 Agustus 2025, dari 493 kabupaten/kota di Indonesia, tercatat 413 daerah masih menjual Minyakita di atas Rp15.700 per liter.
Rinciannya, 90 kabupaten/kota di Pulau Jawa masih berada di atas harga eceran tertinggi tersebut, sedangkan di luar Jawa jumlahnya lebih besar, yakni 323 kabupaten/kota.
Menanggapi kondisi tersebut, Hamdi menegaskan bahwa Pemkab Agam akan mengambil langkah konkret untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
“Pemkab Agam akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar stok aman dan harga kebutuhan pokok, termasuk Minyakita, tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terlebih menjelang akhir tahun yang biasanya ditandai dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan.
Dengan koordinasi lintas sektor, Pemkab Agam optimistis dapat menjaga keseimbangan harga serta memastikan ketersediaan barang pokok, sehingga masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi. (pry)






