AGAM, METRO–Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, bersama anggota PKK dan sejumlah OPD terkait, melakukan kunjungan ke UMKM Rafflesia Luwak Coffee binaan FIFGroup di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Sabtu (23/8).
UMKM yang digerakkan oleh Umulkhair ini telah berdiri sejak 15 tahun lalu dan kini dikenal luas hingga ke mancanegara. Produk unggulannya, kopi luwak dengan merek Rafflesia Luwak Coffee, berhasil menembus pasar internasional, mulai dari Italia, Prancis, Amerika Serikat, Spanyol, Irlandia, Jepang, hingga Portugal.
Tak hanya itu, bahan baku kopi luwak diperoleh dari berbagai daerah di Sumatera, di antaranya Agam, Solok Selatan, Solok, Kerinci, dan Lima Puluh Kota. Hal ini menjadikan Rafflesia Luwak Coffee sebagai salah satu UMKM yang mampu menggerakkan ekonomi lintas daerah.
Dalam pemaparannya, Umulkhair menjelaskan bahwa produk kopi luwaknya dapat bertahan hingga satu tahun tanpa menggunakan bahan kimia. Ketahanan produk ini, katanya, berkat penggunaan teknik vacuum dalam proses pengemasan.
“Kopi ini tidak hanya nikmat, tetapi juga memiliki khasiat kesehatan. Di antaranya bisa membantu meringankan hingga mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, maag, alzheimer, parkinson, migrain, gangguan pencernaan, bahkan meningkatkan stamina,” ungkap Umulkhair.
Ia juga menuturkan bahwa mayoritas pengunjung dan konsumen Rafflesia Luwak Coffee justru berasal dari luar negeri. Karena itu, ia berharap melalui kunjungan TP-PKK Agam, produk kopi luwak asal Palupuah ini semakin dikenal luas di pasar domestik.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan UMKM tersebut yang mampu bertahan sekaligus berkembang hingga ke level internasional.
“Kehadiran UMKM seperti ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Agam. Harapan kita, Rafflesia Luwak Coffee semakin maju dan bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain dalam mengembangkan produk lokal yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menjadi wujud dukungan TP-PKK dan pemerintah daerah terhadap penguatan UMKM, sekaligus langkah nyata mendorong produk lokal Agam agar semakin berdaya saing di pasar global. (pry)






