BERITA UTAMA

Kebakaran di Padang dan Pessel Renggut 2 Nyawa, Pemilik Toko dan Wanita Lansia Tewas Terpanggang

0
×

Kebakaran di Padang dan Pessel Renggut 2 Nyawa, Pemilik Toko dan Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Kebakaran ruko dan rumah di Kota Padang dan Kabupaten Pessel menewaskan dua orang.

PADANG, METRO–Dua musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Garuda, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kelurahan Koto Tangah, Kota Padang dan di Kampung Tampunik, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, memakan korban jiwa.

Korban pertama dike­tahui bernama Roni Putra (32) yang tewas dalam ke­bakaran ruko di kawasan Tunggul Hitam, Kota Pa­dang, pada Sabtu subuh subuh (23/8). Korban di­duga terjebak saat keba­karan terjadi lantaran ruko yang terkunci teralali besi dan rolling door.

Usai dipadamkan, pe­tugas Damkar mendapati korban sudah meninggal dunia di di antara jenjang dan kamar mandi. Jenazah korban selanjutnya dieva­kuasi ke rumah sakit lalu diserahkan kepada ke­luarga untuk dikebumikan.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Di­nas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Ri­naldi mengatakan, saat ke­bakaran terjadi, korban su­dah sempat berusaha me­nyelamatkan diri. Teta­pi, usaha korban gagal ka­rena terali besi yang me­ngunci pintu ruko. Upaya melari­kan diri ke lantai dua juga gagal karena akses pintu rolling door tertutup rapat.

“Korban sudah bangun ketika api membesar. Na­mun tidak dapat keluar karena pintu ruko tertutup baik di bagian atas maupun bawah. Pemilik mengalami kepanikan. Korban terjebak di antara jenjang dan ka­mar mandi serta tidak da­pat keluar lagi karena asap sudah mengental,” kata Rinaldi.

Rinaldi menambahkan, kebakaran itu terjadi  pada pukul 05.14 WIB. Setelah mendapat laporan, pihak­nya langsung mengerah­kan tujuh unit armada pe­madam dengan 70 orang personel ke lokasi.

“Saksi di lapangan me­ngatakan melihat asap hitam yang keluar dari da­lam toko hingga ada per­cikan api,lalu saksi meng­hubungi Dinas Pemadam Kebakaran kota Padang. Upaya pemadaman ber­lang­sung hampir satu se­tengah jam sebelum api benar-benar bisa dikenda­likan.,” katanya.

Menurut Rinaldi, pro­ses pemadaman dilakukan dengan melokalisir lokasi, agar tidak menyebar ke rumah atau toko tetangga. Lokasinya kawasan padat, sehingga banyak aktivitas warga. Kebakaran terse­but menghanguskan ba­ngu­nan toko seluas 200 meter persegi.

“Kerugian material di­tak­sir mencapai Rp600 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan se­kitar Rp1 miliar. Selain itu, terdapat lima petak toko lain dengan luas area seki­tar 800 meter persegi yang berpotensi terdampak aki­bat insiden ini. Belum dike­tahui apa penyebab pasti kebakaran tersebut, kare­na masih diselidiki aparat kepolisan setempat,” tu­turnya

Sementara itu, pada Minggu dinihari (24/8), mu­si­bah kebakaran rumah yang merenggut satu nya­wa terjadi di Kampung Tampunik, Nagari Kam­bang Timur, Kecamatan Lengayang.

Menurut informasi, rumah tersebut ditempati oleh dua warga, yakni Isas (48) dan Idas (65). Saat ke­bakaran terjadi, Isas ber­hasil menyelamatkan diri, sedangkan Idas didu­ga terjebak di dalam rumah yang terbakar. Korban Idas, perempuan penya­ndang disabilitas fisik dan mental yang juga tinggal di rumah tersebut ditemukan meninggal setelah petugas Damkar memadamkan api.

Kepala Pos Pemadam Kebakaran Kambang Bi­dang Kebakaran dan Pe­nye­lamatan Pesisir Sela­tan, Wirman, membenar­kan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya me­ne­rima laporan kebakaran pada dini hari dan segera menuju lokasi kejadian.

“Di dalam rumah itu tinggal dua orang, Isas dan Idas. Saat api membesar, Isas berhasil keluar, na­mun Idas tidak sempat menyelamatkan diri. Sete­lah api berhasil dipadam­kan, kami menemukan tu­buh korban dalam kondisi hangus terbakar,” kata Wirman menambahkan.

Wirman menuturkan, pihaknya belum menge­tahui secara pasti penye­bab kebakaran tersebut. Petu­gas pemadam keba­karan bersama aparat ke­po­lisian masih melakukan penye­lidikan terkait sum­ber api.

“Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi ke­luarga korban dan warga se­kitar. Kami mengimbau ma­syarakat untuk selalu was­pada terhadap potensi ke­ba­karan, terutama pada ma­lam dan dinihari,” tutupnya. (*)