PADANG, METRO–Dua musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Garuda, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kelurahan Koto Tangah, Kota Padang dan di Kampung Tampunik, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, memakan korban jiwa.
Korban pertama diketahui bernama Roni Putra (32) yang tewas dalam kebakaran ruko di kawasan Tunggul Hitam, Kota Padang, pada Sabtu subuh subuh (23/8). Korban diduga terjebak saat kebakaran terjadi lantaran ruko yang terkunci teralali besi dan rolling door.
Usai dipadamkan, petugas Damkar mendapati korban sudah meninggal dunia di di antara jenjang dan kamar mandi. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi mengatakan, saat kebakaran terjadi, korban sudah sempat berusaha menyelamatkan diri. Tetapi, usaha korban gagal karena terali besi yang mengunci pintu ruko. Upaya melarikan diri ke lantai dua juga gagal karena akses pintu rolling door tertutup rapat.
“Korban sudah bangun ketika api membesar. Namun tidak dapat keluar karena pintu ruko tertutup baik di bagian atas maupun bawah. Pemilik mengalami kepanikan. Korban terjebak di antara jenjang dan kamar mandi serta tidak dapat keluar lagi karena asap sudah mengental,” kata Rinaldi.
Rinaldi menambahkan, kebakaran itu terjadi pada pukul 05.14 WIB. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mengerahkan tujuh unit armada pemadam dengan 70 orang personel ke lokasi.
“Saksi di lapangan mengatakan melihat asap hitam yang keluar dari dalam toko hingga ada percikan api,lalu saksi menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran kota Padang. Upaya pemadaman berlangsung hampir satu setengah jam sebelum api benar-benar bisa dikendalikan.,” katanya.
Menurut Rinaldi, proses pemadaman dilakukan dengan melokalisir lokasi, agar tidak menyebar ke rumah atau toko tetangga. Lokasinya kawasan padat, sehingga banyak aktivitas warga. Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan toko seluas 200 meter persegi.
“Kerugian material ditaksir mencapai Rp600 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp1 miliar. Selain itu, terdapat lima petak toko lain dengan luas area sekitar 800 meter persegi yang berpotensi terdampak akibat insiden ini. Belum diketahui apa penyebab pasti kebakaran tersebut, karena masih diselidiki aparat kepolisan setempat,” tuturnya
Sementara itu, pada Minggu dinihari (24/8), musibah kebakaran rumah yang merenggut satu nyawa terjadi di Kampung Tampunik, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang.
Menurut informasi, rumah tersebut ditempati oleh dua warga, yakni Isas (48) dan Idas (65). Saat kebakaran terjadi, Isas berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Idas diduga terjebak di dalam rumah yang terbakar. Korban Idas, perempuan penyandang disabilitas fisik dan mental yang juga tinggal di rumah tersebut ditemukan meninggal setelah petugas Damkar memadamkan api.
Kepala Pos Pemadam Kebakaran Kambang Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Pesisir Selatan, Wirman, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada dini hari dan segera menuju lokasi kejadian.
“Di dalam rumah itu tinggal dua orang, Isas dan Idas. Saat api membesar, Isas berhasil keluar, namun Idas tidak sempat menyelamatkan diri. Setelah api berhasil dipadamkan, kami menemukan tubuh korban dalam kondisi hangus terbakar,” kata Wirman menambahkan.
Wirman menuturkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sumber api.
“Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam dan dinihari,” tutupnya. (*)






