SOLOK/SOLSEL

Brigjen TNI Frenky E Riaupassa Kunjungi Kabupaten Solok, Kemenko Polhukam Pastikan Penanganan Dampak Karhutla

0
×

Brigjen TNI Frenky E Riaupassa Kunjungi Kabupaten Solok, Kemenko Polhukam Pastikan Penanganan Dampak Karhutla

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI LOKASI KEBAKARAN —Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam RI, Brigjen TNI Frenky E. Riupassa, kunjungi lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Tandang dan Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

SOLOK, METRO–Sekretaris Deputi Bi­dang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polhu­kam RI, Brigjen TNI Frenky E. Riupassa, kunjungi Kabupaten Solok. Kunjungan itu dalam rangka meninjau langsung lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Tandang dan Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Brigjen TNI Frenky E. Riupassa menyatakan bah­wa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas Kemenko Polhukam sebagai bagian dari Satgas Des Karhutla. Dan ini, guna memantau langsung penanganan Karhutla di lapangan. “Kami datang untuk memonitor langsung titik-titik api. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memastikan pe­nanganan Karhutla berjalan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya langkah-langkah antisipatif dan mitigatif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, tidak hanya di Solok, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang rawan Karhutla.

“Semoga dengan turunnya hujan serta kerja keras tim di lapangan, kebakaran ini dapat segera teratasi. Mari kita jaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan peninjauan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan masya­rakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Sementara Wakil Bupati Solok, Candra menyampaikan perhatian pemerintah pusat, khususnya Kemenko Polhukam RI, terhadap upaya penanggulangan bencana Karhutla di Kabupaten Solok menjadi penting bagi Kabupaten Solok.

Dengan meninjau langsung lokasi lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan pada 18 Juli 2025 lalu kedepan akan lebih siap menanggulangi bencana serya dampaknya. “Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi yang dipicu oleh kemarau panjang yang telah berlangsung selama empat bulan, meninggalkan dampak yang serius,” jelasnya. Pasca kejadian Karhutla, Pemkab Solok bersama Forkopimda segera menetapkan status Darurat Bencana Karhutla, yang setelah 14 hari penanganan intensif, diturunkan menjadi Siaga Darurat Bencana. Pemerintah daerah terus berupaya maksimal agar kebakaran tidak meluas dan kerusakan lingkungan dapat diminimalkan. (vko)