BERITA UTAMA

Bambang Pacul Dicopot dari DPD PDIP Jateng, ‘Komandan Korea’ Ditugaskan Fokus Skala Nasional

0
×

Bambang Pacul Dicopot dari DPD PDIP Jateng, ‘Komandan Korea’ Ditugaskan Fokus Skala Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul

JAKARTA, METRO–Juru bicara PDI Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli mengungkapkan alasan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul dicopot dari jabatan Ketua DPD Jawa Tengah (Jateng) beberapa waktu lalu.

Guntur menjelaskan bahwa PDIP memiliki tan­tangan tersendiri untuk menghadapi Pemilu 2029. Bambang Pacul meru­pa­kan salah satu pengurus DPP Partai. Maka itu, Bam­bang Pacul tak diper­bo­lehkan merangkap jabatan karena harus fokus dalam skala nasional.

“PDI Perjuangan me­mandang Pemilu 2029 me­miliki tantangan tersendiri. Karena itu, Pengurus DPP dibutuhkan fokus dalam skala nasional. Maka, Pe­ngurus DPP tidak diperbo­lehkan rangkap jabatan,” kata Guntur dalam kete­rangannya, Jumat (22/8).

Guntur menambahkan Bambang Pacul merupa­kan kader senior dengan julukan ‘Komandan Korea’. PDIP membutuhkan pe­ngalaman dan keahlian Bambang Pacul untuk fokus dalam skala nasional di pemenangan Pemilu Le­gislatif di 2029.

Dengan begitu, lanjut dia, PDIP menarik kembali Bambang Pacul ke DPP partai untuk merancang strategi pemenangan Pe­milu 2029.

“Mas Pacul adalah ka­der senior, dikenal sebagai “Komandan Korea” dibu­tuhkan pengalaman dan keahliannya untuk fokus skala nasional dalam Pe­menangan Pemilu Legisla­tif 2029, karena itulah be­liau ditarik dan difokuskan ke Pusat untuk benar-be­nar merancang strategi pemenangan Pemilu 2029,” kata Guntur.

Di sisi lain, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno­putri menunjuk kader senior, FX Hadi Rudyanto jadi Ketua DPD PDIP, Jawa Te­ngah menggantikan Bam­bang Pacu

“Untuk Pimpinan DPD PDI Perjuangan Jawa Te­ngah, Ibu Megawati Soe­kar­noputri telah menunjuk seorang kader senior, Ba­pak FX Hadi Rudyatmo sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Keduanya sama-sama ka­der senior, loyalis partai, loyalis Bu Mega dan murid Bung Karno,” kata Guntur.

“Beberapa Pengurus DPP yang merangkap men­­jadi Ketua DPD (Pro­vinsi) digantikan oleh seo­rang Pelaksana Tugas (Plt) agar fokus menjalankan amanat partai secara na­sional,” imbuhnya. (*)