METRO PADANG

Ditinggal Pergi Shalat Jumat, Rumah dan Motor Hangus Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Sampah Sembarangan

0
×

Ditinggal Pergi Shalat Jumat, Rumah dan Motor Hangus Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Sampah Sembarangan

Sebarkan artikel ini
1 21
PEMADAMAN API— Personel Damkar Kota Padang berusaha memadamkan api yang membakar satu rumah di Jalan Azizi I nomor 12, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, hangus dilalap api, Jumat (22/8) siang. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan pemilik rumah hingga merembet ke rumahnya.

PADANG, METRO–Diduga gara-gara membakar sam­pah sembarangan, satu rumah di Jalan Azizi I nomor 12, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, hangus dilalap api, Jumat (22/8) siang.

Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan pemilik rumah hingga merembet ke rumahnya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang warga bernama Ikbal (48). Ia melihat api dari pembakaran sampah di samping rumah Zulhendri (51), pemilik rumah tiba-tiba membesar.

Saat itu, Zulhendri sudah berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat. Menyadari api kian mem­besar, saksi segera meng­hubungi petugas Pe­madam Kebakaran Kota Padang.

Laporan masuk sekitar pukul 12.31 WIB, hanya satu menit kemudian armada Damkar berangkat ke lokasi.

Tiba di lokasi pukul 12.36 WIB, petugas langsung melakukan upaya pema­daman dan pendinginan. Api berhasil dijinakkan se­kitar pukul 13.13 WIB.

Kepala Dinas Pe­ma­dam Kebakaran (Kadis Dam­­kar) Padang, Budi Pa­yan mengatakan rumah yang terbakar dalam ke­adaan kosong, baru ditinggalkan penyewa empat hari sebelumnya.

“Pemilik rumah datang untuk membersihkan halaman, lalu membakar sampah. Karena cuaca panas dan berangin, api menjalar ke arah rumah hingga me­nge­nai motor dan sofa,” katanya.

Baca Juga  Pasar Fase VII Tuntas 100 Persen, segera Ditempati Pedagang, Andre Rosiade: Perjuangan Bersama Wali Kota Padang Hendri Septa

Meski kebakaran menimbulkan kerugian cukup besar, Budi bersyukur api tidak merembet ke rumah lain yang letaknya berhimpitan.

“Api begitu cepat menjalar karena kondisi padat penduduk dan akses jalan sempit. Beruntung dengan kerja keras tim, didukung masyarakat, kebakaran bisa dipadamkan sebelum meluas. Enam rumah sekitar berhasil diselamatkan,” ujarnya usai meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Akibat kebakaran ini kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Namun, upaya cepat tim pemadam berhasil menyelamatkan potensi kerugian lebih besar, diperkirakan sekitar Rp1 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sebanyak 7 unit armada dan sekitar 70 personel dikerahkan, dibantu BPBD, PLN, camat, lurah, serta relawan setempat.

Ditambahkan Budi, Ia juga mengingatkan warga untuk tidak sembarangan membakar sampah, terlebih di musim kemarau dengan kondisi lingkungan yang kering.

Baca Juga  Jalan Lingkung Dibangun di Kurao Kapalo Banda

“Himbauan saya, jangan membakar sampah sembarangan. Apalagi me­ninggalkan api dalam ke­adaan menyala lalu be­pergian. Itu sangat ber­baha­ya. Keselamatan ha­rus jadi prioritas, karena api sekecil apapun bisa berakibat fatal,” tegasnya.

“Karena musim panas dan tumbuhan rumah kayu itu sangat kering. Jadi sangat disarankan itu tidak membakar sampah, selain itu dampak membakar sam­pah itu nanti asapnya bi­sa kemana-mana,” katanya lagi.

Ia menghimbau kepada warga Kota Padang yang punya hobi bakar sampah dan pergi untuk cek terlebih dahulu api tersebut. “Jangan membakar sampah, apalagi setelah membakar sampah sampai meninggalkan rumah, dan ingin bepergian tolong sebelum pergi cek juga terlebih  dahulu, apakah ada api yang hidup atau tidak, termasuk juga dengan listrik terdekat,” pungkasnya.

Budi Payan kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di kawasan padat penduduk.

“Keselamatan itu prioritas. Jangan tinggalkan api sekecil apapun tanpa pengawasan karena bisa berakibat fatal,” tegasnya. (ren)