BERITA UTAMA

Pencarian Hari Kelima Musibah Air Bah di Pasbar, Satu Korban yang Hilang belum Ditemukan

0
×

Pencarian Hari Kelima Musibah Air Bah di Pasbar, Satu Korban yang Hilang belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu orang yang hilang diterjang air bah di Sungai Batang Pasaman, Kabupaten Pasbar.

PASBAR, METRO–Tim SAR gabungan masih te­rus berupaya melakukan penca­rian terhadap satu orang lagi korban yang hilang terseret air bah saat menyeberangi aliran Sungai Batang Pasaman, di orong Tom­bang Mudiak, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Bahkan, untuk proses pencarian pada hari kelima ini, Tim SAR gabungan yang dibagi menjadi be­berapa kelompok, mem­peluas areal pencarian. Tim juga melakukan ber­bagai upaya pencarian dengan penyisiran maupun penyelaman dan meman­tau lewat udara.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, menyampaikan bahwa ope­rasi pencarian kembali dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Pencarian dilakukan de­ngan membagi personel ke tiga tim utama.

“Tim pertama mela­kukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan rafting, me­nyisir dari titik awal hingga ke arah hilir sejauh 4,5 Kilometer. Tim kedua ber­gerak menggunakan pera­hu karet atau LCR, mela­kukan penyisiran lebih jauh hingga 15,5 Kilometer. Se­mentara itu, tim ketiga melakukan penyisiran da­rat dengan berjalan kaki dari titik A menuju titik B sejauh 5,4 Kilometer,” kata Novi Yurandi, Selasa (19/8).

Dijelaskan Novi Yu­ran­di, pencarian terhadap kor­ban bernama Eman (35) pada hari kelima ini diper­luas jangkauannya karena hingga saat ini korban ma­sih belum dite­mukan. Ber­bagai metode pencarian dite­rapkan, mu­lai dari pe­nyis­iran aliran sungai meng­gunakan pe­rahu karet, rafting, hingga patroli darat di sekitar te­pian sungai yang dianggap rawan menjadi lokasi terje­baknya korban.

“Dalam operasi ini, ka­mi dan tim gabungan juga mengerahkan sejumlah pe­ralatan pendukung, di an­taranya rescue car, rescue compartement car, LCR (Landing Craft Rubber) de­ngan mesin tempel, perahu rafting, perleng­kapan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi, hingga drone untuk me­mantau kondisi dari uda­ra,” tuturnya.

Menurutnya, penggu­naan drone untuk memak­simalkan pemantauan di titik-titik sulit, terutama lokasi dengan arus deras dan area yang sulit dijang­kau dengan perahu mau­pun jalur darat.

“Selain tim SAR, unsur yang terlibat dalam penca­rian antara lain Pos SAR Pasaman sebanyak 5 per­sonel, Polsek Talamau 6 personel, Koramil 03 Talu 2 personel, Local Hero Rescue 4 orang, serta dibantu masyarakat sekitar sekitar 25 orang,” kata dia.

Novi Yurandi menutur­kan, dalam proses penca­rian, pihaknya mengakui masih ada sejumlah ken­dala yang dihadapi di lapa­ngan. Salah satunya ada­lah kondisi lokasi yang berada di area blank spot, sehingga menyulitkan ko­munikasi antar tim.

“Namun, seluruh tim tetap berkoordinasi de­ngan baik di lapangan mes­ki komunikasi terbatas. Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian pada hari kelima dilaporkan bera­wan. Cuaca relatif men­dukung, namun tetap di­waspadai karena arus su­ngai Batang Pasaman cu­kup deras dan memiliki banyak jeram,” tutupnya.

Sebelumnya, insiden hilangnya korban ini ber­mula pada Kamis sore (14/8). Eempat warga beru­saha menyeberangi Sungai Batang Pasaman. Saat be­rada di tengah sungai, ke­empatnya tiba-tiba diter­jang air bah, hingga me­nganyutkan mereka.

Dari empat orang terse­but, dua selamat atas na­ma Asba (31) dan Reza (25), satu korban bernama Aldi (25) ditemukan dalam kon­disi meninggal dunia, se­men­tara satu orang lain­nya, Eman (35), masih dinya­takan hilang hingga saat ini. (*)