BERITA UTAMA

Kasus Mayat Remaja tanpa Bra dan Celana Dalam di Selokan, Mintana Diperkosa sebelum Dibunuh, Pelaku Teman  Ayah Sendiri, Ditangkap di Pekanbaru

0
×

Kasus Mayat Remaja tanpa Bra dan Celana Dalam di Selokan, Mintana Diperkosa sebelum Dibunuh, Pelaku Teman  Ayah Sendiri, Ditangkap di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
PEMBUNUH— Pelaku Khairil Ada Lubis (49) yang tega memperkosa dan membunuh korban Nur Mintana Hasibuan (15) ditangkap berkat kerja sama Polres Pasaman dengan Polresta Pekanbaru.

PASAMAN, METRO–Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap gadis remaja berusia 15 ta­hun yang mayatnya ditemukan di selokan tepi jalan Jorong Binubu, Nagari Sontang Cuba­dak, Kecamatan Padang Gelu­gur, Kabupaten Pasaman, berhasil ditangkap.

Mirisnya, orang yang telah merenggut kehormatan dan nyawa korban Nur Mintana Hasibuan, warga Pagaran Jae Batu, Desa Pa­sar Latong, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Pa­dang Lawas, Provinsi Su­matra Utara (Sumut), ternyata teman dekat ayah korban.

Pelaku diketahui bernama Khairil Ada Lubis (49) yang dipanggil dengan sebutan ‘uwak’ atau paman oleh korban.  Pelaku yang bekerja sebagai pedagang buah ini berhasil ditangkap setelah kebe­ra­daanya terdeteksi di tempat di persembunyiannya di Kota Pekanbaru pada Sabtu (16/8).

Kasat Reskrim AKP Fi­on Joni Hayes mengatakan, terungkapnya identitas pelaku setelah pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk keluarga koban. Setelah mengantongi identitas leng­kap pelaku, pihaknya langsung melakukan perburuan terhadap pelaku.

“Jadi, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, didapatkan informasi bahwa korban pergi dari rumah bersama dengan pelaku Khairil Ada Lubis. Pelaku ini merupakan teman dekat ayah korban yang sehari-harinya berjualan buah,” ungkap AKP Fion kepada wartawan, Senin (18/8).

Dijelaskan AKP Fion, sebelum terjadinya aksi pemerkosaan dan pembunuhan itu, pelaku Khairil Ada Lubis yang sudah bercerai dengan istrinya ini, mendatang rumah korban lalu membujuk korban untuk ikut bersamanya dengan mengajak jalan-jalan.

“Setelah berhasil membujuk korban untuk ikut, pelaku kemudian membawa korban dari Kabupaten Pa­dang Lawas menuju Kab­upaten Pasaman menggunakan mobil. Setiba di Pasaman, pelaku membawa korban ke salah satu penginapan di Rao,” jelas AKP Fion.

Menurut AKP Fion, di penginapan itulah, pelaku memperkosa korban. Awalnya, korban yang konsidi pisik dan mental yang ku­rang sehat dan lemah ini, dipeluk oleh pelaku. Namun korban menolak sehingga pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban hingga membuat korban tidak berdaya.

“Ketika korban sudah lemah tak berdaya, pelaku dengan leluasa memperkosa korban berulang kali di penginapan tersebut.  Setelah memperkosa korban, pelaku mencekik leher korban hingga membuat korban meninggal dunia,” tutur AKP Fion.

Mengetahui korban su­dah meninggal, kata AKP Fion, pelaku selanjutnya berusaha menghilangkan jejak perbuatan sadisnya itu dengan cara membuang mayat korban ke dalam selokan di Nagari Sontang Cubadak dengan posisi kepala terbenam.

“Berkat penyelidikan dan hasil kerja sama dengan Polda Riau, pelaku akhir­nya berhasil diamankan Kamis malam (14/8) di Pekanbaru. Pelaku ditangkap dua hari setelah penemuan jasad korban,” kata dia.

AKP Fion menegaskan, pelaku pembunuh gadis lugu tersebut, kini masih ditahan pihak kepolisian Polresta Pekanbaru. Begitu pemeriksaan di Riau, pelaku akan dibawa Polres Pasaman untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses rekontruksi di TKP.

“Korban berasal dari keluarga kurang mampu di Pagaran Jae Batu, Desa Pasar Latong, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas,. Korban tewas secara tragis akibat tindakan brutal seorang pria yang selama ini dikenal dekat dengan keluarganya,” jelasnya.

Berdasarkan penga­ku­an pelaku, ungkap AKP Fion, korban pertama-ta­ma disetubuhi beberapa kali, kemudian dipukuli hingga dada memar dan tulang pipinya retak. Pelaku bahkan mencekik korban hingga lehernya patah, mengakibatkan kematian.

“Tragisnya, korban yang hanya menempuh pendidikan hingga kelas 2 SD ini, setelah korban meninggal, jasadnya dibuang ke selokan dengan posisi kepala tertelungkup. Untuk proses autopsi jenazah korban di RS Bhayangkara sudah selesai. Jenazah korban juga sudah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” tutupnya. (*)