AGAM/BUKITTINGGI

Wabup Agam Ikuti High Level Meeting dan Gebyar Pajak Pemprov Sumbar

0
×

Wabup Agam Ikuti High Level Meeting dan Gebyar Pajak Pemprov Sumbar

Sebarkan artikel ini
HIGH LEVEL MEETING— Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengikuti High Level Meeting dan Gebyar Pajak, di Auditorium Gubernuran, Kamis (14/8).

AGAM, METRO–Wakil Bupati Agam, Mu­hammad Iqbal mengikuti High Level Meeting dan Gebyar Pajak, di Auditorium Gubernuran, Kamis (14/8). Kegiatan yang digelar Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumbar itu, juga turut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Forkopimda serta kepala daerah dan lainnya.

Mahyeldi mengatakan, kegiatan ini bukanlah sekedar seremoni tahunan, me­lainkan bentuk keseriusan dalam mendorong transformasi kebijakan fiskal daerah, agar lebih adaptif terhadap tanta­ngan zaman.

“Tema yang kita usung hari ini yaitu, “Percepatan Digitalisasi dan Optimalisasi Penerimaan Daerah”. Ini sangat relevan dengan kebutuhan sekarang,” ujar­nya.

Baca Juga  Kebakaran Kebun Sawit Kembali Terjadi

Dalam beberapa tahun terakhir katanya, dunia mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital.

Transformasi digital tidak hanya menyentuh sektor komunikasi, pendi­dikan dan industri, tetapi juga mengubah tata kelola pemerintahan termasuk dalam hal pengelolaan keuangan daerah.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan dalam konteks pengelolaan pendapatan asli dae­rah, hal ini menjadi sangat mendesak,” katanya.

Dia menyadari, bahwa ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat masih tinggi, sementara ruang fiskal daerah semakin terbatas.

Baca Juga  Pembahasan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Restrukturisasi OPD jadi Pendataan Aset

Bahkan dalam situasi seperti ini, tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara- cara lama yang bersifat manual, administratif dan rentan terhadap ketidak­teraturan.

“Kita harus mulai membangun sistem pengelolaan pajak dan retribusi yang lebih Modern, Terintegrasi, Efisien dan Akun­tabel. Inilah esensi dari digitalisasi yang harus kita dorong secara kolektif,” sebut Mahyeldi. (pry)