SOLOK/SOLSEL

Kerusakan Lingkungan dan Ekosistem, Pemkab Solok Selamatkan Danau Singkarak

0
×

Kerusakan Lingkungan dan Ekosistem, Pemkab Solok Selamatkan Danau Singkarak

Sebarkan artikel ini
SELAMATKAN DANAU SINGKARAK—Wakil Bupati Solok Candra saat memimpin rapat dengan OPD terkait meminta semua pihak peduli dengan keselamatan ekosistem Danau Singkarak.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya  me­nyelamatkan Danau Sing­karak dari kerusakan ling­kungan dan ancaman terhadap ekosistemnya. Wa­kil Bupati Solok, Candra, menegaskan bahwa pe­nyelamatan Danau Sing­karak memerlukan sinergi yang kuat, khususnya de­ngan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Ia menyampaikan rencana untuk segera menggelar rapat lanjutan bersama Gubernur setelah seluruh bahan teknis disiapkan. “Contohnya, Perda tentang cara penangkapan ikan sudah ada. Tapi jika tidak dijalankan, kita perlu pikirkan sanksinya. Bahkan, kalau perlu, hentikan semua kegiatan yang merugikan Danau Singkarak,” tegas­nya.

Dia juga menyoroti peran generasi muda dan komunitas milenial untuk ikut berpartisipasi dalam aksi sporadis pembersihan danau. Namun Ia mengi­ngatkan bahwa persoalan utama justru berada di hulu, seperti keberadaan keramba yang tidak terkendali dan persoalan sampah yang masih belum tertangani secara maksimal.

Salah satu usulan da­lam penyelamatan danau pe­ngolahan sampah melalui insinerator, yang dapat dikelola oleh pihak ketiga seperti Koperasi Merah Putih. Ini diharapkan menjadi solusi nyata pengelolaan limbah di kawasan Danau Singkarak.

Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, menyampaikan bahwa penanganan sampah harus menjadi prioritas utama dalam me­nyelamatkan Danau Singkarak. Ia mengungkapkan bahwa PLN pernah menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi dalam penanganan sampah di kawasan danau. “Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan. Pemerintah daerah siap membackup melalui APBD. Kolaborasi ini harus kita konkritkan agar dampaknya nyata,” ujarnya.

Menurutnya lagi, pelestarian Danau Singkarak memerlukan pendekatan kolaboratif antara peme­rintah, sektor swasta, dan masyarakat agar upaya penyelamatan tidak hanya seremonial belaka.

Kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan Danau Singkarak juga disampaikan oleh Kadis DLH Kabupaten Solok Asnur. Ia menjelaskan bahwa kualitas air danau telah menurun dan terdeteksi pencemaran di sejumlah titik, terutama pada aliran keluar danau. “Pencemaran berasal dari berbagai sumber, mulai dari limbah rumah tangga, keramba yang tidak ter­kontrol, hingga pembuangan sampah langsung ke danau,” jelasnya.

DLH akan memperkuat upaya pengendalian dan pemantauan kualitas air secara berkala, serta me­ningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih pe­duli terhadap kebersihan danau.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok  Medison, menekankan pentingnya memba­ngun kerja sama lintas daerah, terutama dengan Kabupaten Tanah Datar yang juga berbatasan langsung dengan Danau Sing­karak. “Kita harus rancang mekanisme kerja sama, agar kegiatan di dua kabupaten dapat bersinergi dalam menjaga dan membersihkan Danau Singka­rak,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar seluruh SKPD terlibat langsung dalam aksi nyata, dan menjadikan pelestarian Danau Singkarak sebagai gerakan bersama lintas sektor.

Pemerintah daerah me­negaskan bahwa penyelamatan danau tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dengan pendekatan terpadu dan kolaboratif demi masa de­pan lingkungan dan ma­syarakat di sekitarnya. (vko)