METRO PESISIR

Prosesi Ritual Basapa Dibuka di Masjid Agung Syech Burhanuddin

0
×

Prosesi Ritual Basapa Dibuka di Masjid Agung Syech Burhanuddin

Sebarkan artikel ini
HADIRI PROSESI RITUAL— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, salami para tamu saat menghadiri prosesi ritual basapa di halaman Masjid Agung Syech Burhanuddin, Nagari Manggopoh, Kecamatan Ulakan Tapakis.

PDG. PARIAMAN, METRO–Prosesi ritual basapa di Kabupaten Padangpariaman, resmi dibuka di halaman Masjid Agung syeh Burhanuddin nagari Manggopoh Kecamatan Ulakan Tapakis Padangpariaman. Kegiatan yang dihadiri ribuan jemaah dari ber­bagai daerah ini menjadi momentum istimewa de­ngan hadirnya Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Dr. Jerfinal Arifin, SH., M.Si. Dalam arahannya, Jerfinal menegaskan bahwa Basapa bukan sekadar tradisi, melainkan manifestasi kearifan lokal yang sarat makna.

“Kita mengenal Syekh Burhanuddin, dan prosesi seperti ini menjadi bukti bagaimana tradisi mampu memadukan nilai agama dan budaya. Kegiatan kali ini bahkan menjadi yang pertama dilaksanakan secara seremonial oleh Bupati John Kenedy Azis,” ujarnya, kemarin.

Jerfinal, yang mengaku memiliki ikatan keluarga di daerah ini, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepenuhnya mendukung penyelenggaraan Basapa.

“Pelestarian tradisi ini mengandung nilai religius dan sosial yang menjadi bagian penting dari identitas kita. Makam Syekh Bur­hanuddin juga sudah kami usulkan sebagai cagar budaya dan akan diverifikasi oleh tim ahli dari pusat pada 20 Agustus mendatang. Rapat pembahasan hasilnya akan digelar 21 Agustus di Bukittinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman John Ke­nedy Azis menyampaikan bahwa basapa telah berlangsung ratusan tahun dan diwariskan turun-temurun, menjadi salah satu identitas daerah yang membedakan Padangpariaman dari wilayah lain.

“Dibalik semaraknya pelaksanaan Basapa, tersimpan pesan luhur: nilai kebersamaan, gotong ro­yong, sopan santun, penghormatan kepada ulama, serta nilai religius yang tercermin dari ibadah dan doa bersama. Pemerintah Ka­bupaten Padangpariaman berkomitmen menjaga agar Basapa tetap menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik wisata religi dan budaya yang bernilai tinggi,” kata Bupati.

Tokoh masyarakat Ulakan, Dr. Alianis—akrab disapa Uniang Anih—meng­ungkapkan bahwa Basapa sudah menjadi bagian dari sejarah sejak lahirnya Nagari Ulakan, dengan Syekh Burhanuddin sebagai pusatnya.

“Melalui pendekatan budaya, beliau berhasil mengembangkan Islam di Sumbar. Tugas kita adalah memastikan ritual Basapa berlangsung aman, nyaman, dan tertib, karena pesertanya bukan hanya dari Sumbar, tetapi juga dari Malaysia dan Brunei,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada kegiatan yang bertentangan dengan esensi Basapa. “Intinya adalah proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, Basapa juga memiliki potensi ekonomi, ibadah, dan budaya yang harus kita kembangkan,” tambahnya.(efa)