PADANGPARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan pemkab hingga kini terus merancang program mempercepat pengentasan kemiskinan dalam daerahnya.
“Harapannya, angka kemiskinan saat ini 8,04 parsen bisa kita turunkan menjadi 1 parsen pada tahun 2019 ini,” kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni usai memberikan penghargaan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak empat orang dinyatakan Graduasi Mandiri, kemarin.
Katanya, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga tengah berjalan. Hanya saja program tersebut langsung dari pusat (Kementerian Sosial), sehingga banyak kendala untuk menambah jumlah penerima bagi yang benar-benar layak menerima bantuan.
Dikatakan, penghargaan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak empat orang dinyatakan Graduasi Mandiri. Artinya, keempat warga tersebut mengundurkan diri dari program PKH pada 2019.
Graduasi Mandiri yaitu orang dengan sadar sendirinya menyatakan keluar sebagai KPM PKH dan menyatakan dirinya tidak berhak menerima bantuan PKH, karena ada yang lebih layak lagi menjadi KPM PKH.
Keberanian untuk keluar sebagai KPM PKH inilah lanjutnya, yang membuat Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk memberikan apresiasi dan dijadikan contoh kepada masyarakat. Adapun keempat Graduasi Mandiri tersebut yaitu Irnawati KPM Kecamatan Enam Lingkung, Eka Saputri KPM Kecamatan Enam Lingkung, Harlina KPM Kecamatan Batang Anai dan Dayang KPM Kecamatan Ulakan Tapakis.
”Kami sangat mengapresiasi kepada empat warga kita ini. Ini harus dicontoh oleh Bapak ibu yang lain selaku penerima manfaat program PKH,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Padangpariaman Hendra Aswara mendorong para peserta PKH di Padangpariaman agar secepatnya bisa mandiri. Ia mencontohkan agar bisa mandiri dan keluar dari program PKH yaitu menggunakan sebagian uang bantuan untuk modal usaha.
”Masak sejak 2007 (menjadi peserta PKH) belum keluar dari PKH,” ujarnya tegas.
Hendra menyampaikan untuk mengerakkan graduasi mandiri, dinasnnya melahirkan satu inovasi yang diberi nama Jujurin Saja, yaitu Jujur Miskin, Sadar Sejahtera. Artinya masyarakat lebih jujur mengakui bahwa dirinya telah mampu secara ekonomi dan secara sadar keluar dari PKM PKH untuk diberikan kepada yang lebih berhak.
Hendra menyatakan, Dinas Sosial melalui para pendamping PKH di nagari-nagari telah memberikan banyak materi kepada para peserta PKH, mulai materi cara merawat anak dengan baik hingga cara mengatur keuangan dengan baik.
Diharapkan para penerima manfaat dapat mengelola uang bantuan yang diterima untuk digunakan modal usaha, ataupun menambah modal usaha yang sudah ada.
”Akhirnya para peserta PKH mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan merasa sudah layak untuk keluar dari kepesertaan PKH. Ini baru KPM PKH yang luar biasa,” ucapnya menambahkan.
Saat ini, kata Hendra, terdapat 17.033 KK penerima manfaat PKH yang tersebar di 17 kecamatan se-Padangpariaman. Ada tujuh komponen penerima manfaat bansos PKH dalam keluarga. Ketujuh komponen tersebut ialah ada ibu hamil,ada bayi dan balita atau anak usia dini, ada anak usia SD, ada anak usia SMP, ada anak usia SMA, ada anak penyandang disabilitas atau penyandang cacat berat, serta ada orang tua yang berusia lanjut.
“Tujuh komponen ini wajib dimiliki para penerima PKH, dan maksimal bisa diterima 4 orang dalam keluarga,” sebut Hendra dalam sambutannya.
Untuk Tahap 1, Kabupaten Padangpariaman telah menyalurkan Rp 25 miliar bansos PKH dan direncanakan untuk tahap 2 disalurkan sebesar 15 miliar oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial.(efa)





