METRO PADANG

Ibu Rumah Tangga Diajak Jadi Ujung Tombak Pemilahan Sampah, Langka Efektif Mengurangi Beban di TPST

0
×

Ibu Rumah Tangga Diajak Jadi Ujung Tombak Pemilahan Sampah, Langka Efektif Mengurangi Beban di TPST

Sebarkan artikel ini
PENGELOLAAN SAMPAH— Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir menghadiri lokakarya pengelolaan sampah di Kota Padang, Selasa (12/8).

PADANG, METRO–Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga sangat krusial dalam upaya menekan volume sampah di kota.

Ia menyebut pemilahan sampah dari sum­bernya, yaitu rumah tangga, sebagai langkah awal paling efektif untuk mengurangi beban di Tempat Pengolahan Sampah Terakhir (TPST).

Pernyataan ini disampaikan Sri Hayati dalam sebuah lokakarya pengelolaan sampah di Kota Pa­dang, Selasa (12/8). Menurutnya, masalah volume sampah yang terus meningkat setiap tahun harus menjadi perhatian bersama, dan TP-PKK memiliki peran strategis untuk me­ng­gerakkan kesadaran ini.

“Volume sampah terus meningkat setiap tahun, dan ini harus menjadi perhatian bersama. Kita harus memaksimalkan pemilahan dari rumah tangga, dimulai dari ibu-ibu. TP-PKK adalah ujung tombak yang bisa menggerakkan kesadaran ini,” ujar Sri Hayati.

Sri Hayati menambahkan, pemilahan sampah bukan hanya urusan teknis, melainkan tanggung jawab moral seluruh lapisan ma­­sya­rakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan ma­syarakat luas agar kesadaran kolektif bisa terwujud.

“Kalau semua pihak berkomitmen, kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya.

Sri Hayati optimistis bahwa jika gerakan pemilahan sampah dimulai dari rumah dan dijalankan secara konsisten, timbunan sampah yang masuk ke TPST bisa ditekan secara signifikan. Lokakarya ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk melahirkan ide-ide baru dan strategi konkret guna memperkuat peran masyarakat dan organisasi dalam pengelolaan sampah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kunci keberhasilan ada di masyarakat. Kalau rumah tangga sudah terbiasa memilah, maka proses pengolahan di tingkat kota akan jauh lebih ringan,” pungkasnya. (ren)