METRO SUMBAR

Hendri Arnis Sampaikan Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS TA 2026

0
×

Hendri Arnis Sampaikan Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS TA 2026

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN NOTA KUA PPAS—Wali Kota Hendri Arnis serahkan Nota Pengantar atas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2026 pada Ketua DPRD Imbral.

PDG. PANJANG, METRO–Wali Kota, Hendri Arnis memaparkan Nota Pengantar atas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2026 dalam Rapat Pari­purna DPRD, Senin (11/8).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Imbral, didampingi Wakil Ketua, Mardiansyah dan Nurafni Fitri itu, turut hadir Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Kepala Kejaksaan Adhi Setyo Prabowo, Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0307/TD, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, jajaran pejabat Pemko dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wako Hendri menyampaikan apresiasi kepada pim­pinan dan anggota DPRD atas kesempatan memaparkan dokumen penting yang menjadi acuan penyusunan RAPBD 2026.

Wako menjelaskan, KUA memuat kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah beserta asumsi yang menda­sarinya. Sementara PPAS berisi program prioritas dan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada perangkat daerah.

Dikatakannya, tema pembangunan Kota Padang Panjang 2026 a­dalah “Pembangunan yang Kolaboratif, Penguatan SDM, Ekonomi, dan Infrastruktur”, menjadi ta­hun awal pelaksanaan RPJMD 2025–2029.

Wako memaparkan, pas­cabencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi pada Mei 2024, perekonomian daerah mulai bangkit. Pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat 4,52 persen dan diharapkan meningkat menjadi 5,6 persen pada 2025, dengan PDRB per kapita yang ditargetkan naik dari Rp80,01 juta menjadi Rp89,32 juta.

Tingkat pengangguran pada 2024 sebesar 4,94 persen ditargetkan turun menjadi 4,48 persen pada 2025, seiring penurunan kemiskinan dari 5,31 persen menjadi 4,71 persen.

Pada 2026, target indikator makro daerah meliputi pertumbuhan ekonomi 5,95 persen, inflasi terkendali 2,5±1 persen, kemiskinan 4,11 persen, pengangguran 3,78 persen, IPM 82,40, dan Indeks Gini 0,259.

Wako juga menguraikan sepuluh fokus kebijakan ekonomi daerah. Di antaranya penguatan ke­wi­rausahaan dan UMKM, modernisasi pasar, pe­ngembangan ekonomi kreatif, peningkatan pariwisata.

Kemudian, penguatan sektor pertanian dan peternakan, pengembangan industri pengolahan, pemberdayaan koperasi, pe­ngentasan kemiskinan, pe­ningkatan investasi, serta perluasan kesempatan kerja.

Dari sisi keuangan, pen­dapatan daerah 2026 ditargetkan Rp593,57 miliar, naik 3,65 persen dari 2025. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan Rp136,79 miliar atau naik 21,34 persen.

Sementara pendapatan transfer diperkirakan menurun 0,68 persen akibat kebijakan efisiensi Pemerintah Pusat.

Belanja daerah direncanakan Rp583,57 miliar, dengan porsi belanja modal naik signifikan untuk pembangunan Convention Hall, penataan kawasan Islamic Centre, dan penyelesaian gedung sekolah sesuai standar.

Hendri menjelaskan, seluruh prioritas pembangunan 2026 mengacu pada RKPD dan sinkron dengan kebijakan nasional, mencakup sembilan prioritas utama.

Prioritas tersebut yaitu peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, penanggulangan kemiskinan, pe­ningkatan investasi, pemerataan infrastruktur, pe­ngelolaan lingkungan, reformasi birokrasi, penguatan identitas daerah, dan perlindungan kelompok ren­tan.

“Kami berharap rancangan KUA dan PPAS ini dapat dibahas secara konstruktif bersama DPRD, sehingga menghasilkan kesepakatan yang menjadi pedoman dalam pe­nyusunan RAPBD 2026,” tutupnya. (rmd)