METRO SUMBAR

Menteri Ekraf Kunjungi Industri Sulaman di Pariaman

0
×

Menteri Ekraf Kunjungi Industri Sulaman di Pariaman

Sebarkan artikel ini
SULAMAN— Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya melihat sulaman yang merupakan salah satu produk ekonomi kreatif unggulan di Kota Pariaman

PARIAMAN, METRO–Menteri Ekonomi Kre­atif (Ekraf) RI Teuku Riefky Harsya mengunjungi pro­duksi Sulaman di Desa Mang­gung, Kota Pariaman, dan menilai besarnya po­tensi yang dimiliki industri kreatif tersebut.

“Ada pesanan dari Jawa, dari Malaysia, Riau. Bahkan juga menerima pesanan dari sejumlah provinsi lainnya yang menjadi khas provinsi lain,” kata Teuku Riefky Harsya usai mengunjungi Sulaman DW di Pariaman, Sabtu.

Dikatakan, pada industri ekonomi kreatif tersebut pemiliknya member­daya­kan sejumlah perajin lokal dengan kualitas produk yang baik sehingga pro­duknya dikenal hingga ke­luar daerah.

Hal tersebut menu­rut­nya merupakan potensi yang dimiliki pelaku eko­nomi kreatif di Pariaman yang dapat terus dikem­bangkan guna mening­kat­kan perekonomian ma­sya­rakat khususnya di daerah yang dijuluki kota Tabuik itu.

Potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar produk ekraf yang dihasilkan lebih di­kenal oleh banyak orang.  “Industri kreatif di Paria­man yang tidak saja di bi­dang fesyen namun juga kuliner dapat terus ber­kembang sehingga mem­buka lapangan kerja lebih luas,” katanya.

“Selain itu,. kunjungan ke Pariaman merupakan undangan dari walikota setempat guna melihat po­tensi ekonomi kreatif yang dimiliki daerah itu pada berbagai bidang,” tim­pal­nya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad me­ngatakan kunjungan Menteri Ekraf ke daerah itu dapat memotivasi pelaku industri kreatif untuk terus tumbuh dan berkembang.  “Beliau tentu mendukung seluruh bentuk ekraf di Pariaman yang ingin maju,” sebutnya.

Ekraf menjadi salah sa­tu penunjang pere­ko­no­mian di Pariaman baik di bidang fesyen, pertun­jukan, ma­kanan, dan kria.  “Kun­jungan Menteri Ekraf RI tersebut maka produk in­dustri di Pariaman se­makin bagus sehingga ti­dak saja banyak dipasarkan di­ting­kat nasional namun juga internasional,” tutur Yota Balad.  Untuk dike­tahui kawasan Pariaman Utara identik dengan su­laman dan menjadi salah satu peng­gerak pere­konomian di daerah itu. (efa)