OLAHRAGA

Hujan Deras, Penonton Final Selaju Sampan Tetap Semangat

1
×

Hujan Deras, Penonton Final Selaju Sampan Tetap Semangat

Sebarkan artikel ini
FINAL SELAJU SAMPAN— Hujan deras yang mengguyur Kota Padang tak menyurutkan semangat warga untuk menyaksikan final Selaju Sampan di kawasan Palinggam, Padang, Minggu (10/8). Sejak siang, kawasan tersebut dipadati penonton yang antusias memberi dukungan kepada tim kebanggaannya. Sorak-sorai dan tepuk tangan terus menggema di sepanjang tepi Sungai Batang Arau yang menjadi lokasi perlombaan.

PADANG, METRO–Hujan ‘berketutus’ (deras) yang mengguyur Kota Padang tak menyurutkan semangat warga untuk me­nyaksikan final Selaju Sampan di kawasan Palinggam, Padang, Minggu (10/8).

Sejak siang, kawasan tersebut dipadati penonton yang antusias memberi du­kungan kepada tim kebanggaannya. Sorak-sorai dan tepuk tangan terus menggema di sepanjang tepi Sungai Batang Arau yang menjadi lokasi perlombaan.

Salah satunya, Annisa, mengaku tetap bersemangat datang meski harus berhujan-hujanan. Dirinya tak bergeming dari lokasi lomba.

“Selaju sampan selalu dinanti. Keakraban menyatukan kita di kawasan Batang Arau yang kaya nilai sejarah Kota Padang,” ujar­nya.

Hal senada disampaikan Alfiwi, ia menilai perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang tahun ini benar-benar meriah.

“Meskipun hujan, saya semangat datang bersama teman untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Kemarin juga saya menyaksikan pawai telong-telong dan karnaval. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” katanya.

Ika, penonton lainnya, juga tampak tak kalah antusias, dirinya berharap hiburan bagi warga terus diadakan.

“Ini menjadi hiburan bagi kami, apalagi ditambah euforia dari grup musik yang tampil,” ujarnya.

Tak hanya menonton, warga juga ikut bergoyang di bawah hujan mengikuti irama lagu-lagu Minang yang dibawakan grup mu­sik, salah satunya “Dayuang Palinggam” yang membuat suasana semakin semarak.

Baca Juga  Aklamasi, Masril Pimpin IPSI Sawahlunto 2025–2029, Komitmen Hadirkan Perubahan Pencak Silat Sawahlunto

Final yang Sengit

Sementara itu, pertan­dingan final Selaju Sampan dalam rangka perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 berlangsung sengit an­tara Tim Redist Merah dan Putra Dayuang Palinggam.

Kedua tim langsung me­ngayunkan dayung sekuat tenaga. Riak air sungai ber­kejaran dengan semangat para pendayung. Tim Redist Merah tampil impresif de­ngan kayuhan cepat, teratur, dan penuh tenaga.

Ribuan warga yang memadati kawasan Batang Arau tak henti memberi dukungan. Teriakan sema­ngat berpadu dengan iri­ngan musik menciptakan suasana meriah sekaligus menegangkan hingga garis finis.

Akhirnya, Tim Redist Merah berhasil  menembus garis akhir, mengungguli Putra Dayuang Palinggam. Kemenangan ini disambut sorak gembira.

Salah seorang pendayung, Diki Febrianda, mengaku bangga dengan pencapaian ini

“Saya sangat senang bersama tim ini. Dari awal target kami memang juara. Semangat dan kekompakan menjadi kunci. Dalam satu tim ada sekitar 20 o­rang, semua siap kapan saja diturunkan,” ungkapnya saat diwawancara.

Ia berharap lomba Selaju Sampan dapat terus di­gelar setiap tahun sebagai ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya.

Baca Juga  Taklukan Man City Lewat Adu Penalti, Arsenal Juarai Community Shield 2023/24

“Kalau bisa, event se­perti ini terus diadakan. Kami siap tampil lagi. Alhamdulillah bisa juara I kali ini” tambahnya dengan se­nyum lebar.

Owner Tim Redist, Helsi Yasin, juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih. Tidak hanya Redist Merah yang membawa pulang juara I, tim Redist Putih pun berhasil menempati posisi keempat.

“Perjuangan yang sangat panjang akhirnya mem­buah­kan hasil. Redist Merah juara I, Redist Putih di posisi keempat. Persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.

Menurut Helsi, proses latihan telah dilakukan jauh-jauh hari. Setiap anggota tim dilatih tidak hanya soal teknik mendayung, tetapi juga membangun kekompakan dan kepercayaan satu sama lain.

“Selaju Sampan bukan hanya soal tenaga, tapi juga ritme dan kerja sama,” ka­tanya.

Ia berharap keberhasilan timnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk ikut melestarikan olahraga tradisional ini.  “Selain memacu adrenalin, Selaju Sampan juga bagian dari identitas budaya kita. Saya ingin anak-anak muda melihat bahwa olahraga ini keren dan membanggakan,” tutupnya. (brm)