AGAM/BUKITTINGGI

Pendangkalan Akibat Lahar Dingin Gunung Marapi, Sungai Batang Aia Katiak Dikeruk

0
×

Pendangkalan Akibat Lahar Dingin Gunung Marapi, Sungai Batang Aia Katiak Dikeruk

Sebarkan artikel ini
PENGERUKAN— Dua unit alat berat diturunkan untuk melakukan pengerukan Sungai Batang Aia Katiak di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam yang kondisinya mengalami pendangkalan, Jumat (8/8).

AGAM, METRO-Pemkab Agam melakukan pe­nge­rukan Sungai Batang Aia Katiak di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam yang kondisinya mengalami pendangkalan.

Sungai ini sudah mendangkal karena sering diterjang banjir lahar dingin dari Gunung Marapi. Material sungai terdiri dari pasir hitam, kerikil hingga batuan yang telah lama mengendap.

Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat mengatakan pengerukan dilakukan sejak beberapa hari terakhir. “Pengerukan merupakan upaya mitigasi bencana dari Pemkab Agam untuk meminimalisir dampak jika terjadi banjir lahar dingin,” jelas Rahmat Hidayat, Jumat (8/8).

Salah satu wali nagari termuda di Kabupaten Agam itu menyebut panjang sungai yang dinormalisasi mencapai 3 kilometer.

“Pengerukan dengan kedalaman sekitar 1,5 meter, kita harapkan pengerjaan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Sementara Wali Jorong Cang­kiang, Rozi Fefori mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pem­kab Agam maupun pihak terkait lainnya yang telah membantu terlaksananya pengerukan sungai.

Dia menjelaskan pengerukan ini akan membuat sungai jadi lebih dalam dan mengurangi kekhawatiran warga jika seandainya terjadi banjir.

Pantauan di lapangan, terlihat ada dua alat berat berada di sungai. Kedua alat berat ini bekerja dengan menggali, lalu memindahkan material itu ke dua sisi sungai sebagai penahan tebing.

Sebelum pengerukan sungai, Balai Wilayah Sungai (BWS) Suma­tera V Padang telah melakukan pengerukan di embung yang menjadi muara dari sungai tersebut.

Jorong Cangkiang berlokasi sekitar 9 Kilometer dari Puncak Gunung Marapi. Saat Galodo pada 11 Mei 2024 silam, perkampungan ini terdampak parah akibat luapan Sungai Batang Aia Katiak. (pry)