METRO BISNIS

Siap Perjuangkan Alokasi Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur di Pasaman, Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Muzli M Nur Minta Kepala Daerah Aktif Berkoordinasi

0
×

Siap Perjuangkan Alokasi Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur di Pasaman, Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Muzli M Nur Minta Kepala Daerah Aktif Berkoordinasi

Sebarkan artikel ini
Muzli M Nur Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat

PADANG, METRO–Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat, Muzli M Nur meminta kepala daerah terus berkoordinasi dngan pemerintah provinsi, khususnya de­ngan anggota DPRD yang berasal dari daerah pemi­lihan (dapil) tersebut.

Permintaan itu disampaikan Muzli M Nur untuk menyelesaikan persoalan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan di dae­rah-daerah pelosok Kabupaten Pasaman.

“Kita memahami kepala daerah baru saja dilantik dan kondisi keuangan daerah terbatas. Namun tetap harus ada upaya serius berkoordinasi dengan semua unsur, termasuk anggota DPRD Sumbar dari dapil setempat,” ung­kap Muzli M Nur saat diwawancarai, Kamis (7/8).

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Pasaman dan Pasbar, Muzli M Nur menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyara­kat, terutama terkait infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

“Kami di DPRD siap menindaklanjuti aspirasi dan keresahan masya­ra­kat, termasuk memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di daerah.Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci penting da­lam percepatan pembangunan daerah, apalagi di wilayah yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur dasar,” tegas Muzli M Nur.

Seperti diketahui, baru-baru ini kondisi darurat infrastruktur di Kabupaten Pasaman menjadi sorotan setelah viralnya aksi seo­rang bidan, Dona Lubis (46), yang harus menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto.

Perjuangan bidan ter­sebut menggambarkan nyata betapa sulitnya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Tak ha­nya itu, baru-baru ini juga warga di Nagari Sinuangon terpaksa harus ditandu beramai-ramai saat sakit, lantaran tidak adanya akses jalan atau transportasi memadai menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan dan hak dasar warga. Pemerintah harus hadir, ja­ngan biarkan kondisi ini berlarut-larut. Saya berharap pemerintah provinsi dapat menetapkan da­erah-dae­rah prioritas yang membutuhkan percepatan pembangunan, agar tidak ada lagi ma­syarakat yang harus mem­pertaruhkan nyawa hanya untuk men­da­pat­kan layanan kesehatan,” tutupnya. (rgr)