PAYAKUMBUH, METRO–Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar, Alni, ketika menyampaikan sambutan pada acara Penguatan Kelembagaan dengan tema “Kelembagaan Kuat, Demokrasi Bermartabat,” di aula Hotel Mangkuto Syariah Payakumbuh, menyebut masih ada catatan-catatan pasca Pemilu dan Pilkada serentak.
Diantaranya, sebut Alni, terkait angka partisipasi pada pemilu dan pilkada yang masih cenderung tidak begitu sesuai dengan harapan demokrasi. Tentu, banyak faktor yang pengaruhi angka partisipasi, tidak hanya pada sektor pemilih tapi juga terkait dengan pendidikan politik.
“Kelembagaan penyelenggara harus ditata sekuat mungkin, tidak hanya peserta pemilu saja. Penataan lembaga perlu perhatian dari banyak pihak, karena dalam konstitusi sudah tegas dimana Bawaslu dan KPU yang diamanahkan sebagai penyelenggara pemilu sebagai wadah penyaluran kedaulatan rakyat,” ucapnya.
Ia juga menyebut, baru-baru ini pasca keluarnya putusan MK 135/PUU-XXII/2024, dimana ada dua waktu yang jauh berbeda antara pemilihan nasional dan pemilihan lokal. “Putusan yang dikeluarkan MK sudah final. Apakah kemudian hari bisa berobah, bisa saja. Maka pemilu yang akan datang tahun 2029 skemanya sudah berbeda,” ungkapnya.
Pasca putusan MK itu menurutnya, penyelengga Pemilu tentu sangat mengharapkan masukan dari berbagai masyarakat. Terutama terkait penanganan pelanggaran pemilu. “Maka sangat perlu penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu,” harapnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh, Aan Muharman disela-sela kegiatan menyebutkan bahwa Penguatan Kelembagaan Jajaranya dilakukan untuk terus memperkuat Bawaslu sebagai Wasit Pemilu dan untuk menyongsong Pemilu 2029.
“Secara kelembagaan Bawaslu punya banyak PR pasca Pileg dan Pilkada lalu, salah satunya menggelar kegiatan untuk mendengarkan implikasi terhadap putusan MK. Penguatan kita berikan kepada jajaran kedepannya terkait pemahaman dan kapasitas, agar pengawasan berjalan maksimal,” ujar Aan.
Sebelumnya, ketua Panitia Kegiatan, sekaligus Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Payakumbuh, Syafrial menyebutkan bahwa penguatan kelembagaan yang digelar diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur, termasuk Ex. Panwascam se-Kota Payakumbuh pada pemilu lalu.
“ Kegiatan penguatan kelembagaan kita gelar dengan mengikutsertakan banyak unsur, mulai dari Ex. Panwascam, KPU, Partai Politik, Kesbangpol, Camat Se-Kota Payakumbuh, Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa, Bundo Kanduang dan banyak lainnya, serta menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya,” ucap Syafrial saat menyampaikan laporan. (uus)






