BERITA UTAMA

Jokowi Tumbang di Ranah Minang, Warga tak Tertipu Pencitraan

0
×

Jokowi Tumbang di Ranah Minang, Warga tak Tertipu Pencitraan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Berdasarkan hasil hitung cepat sementara (quick count) sejumlah lembaga survei pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin kalah telak dengan jarak sangat cukup jauh di Sumbar. Padahal, Pasangan Calon (Paslon) 01 tersebut disokong sebanyak 12 Bupati dan Wali Kota di Sumbar. Namun ternyata hal itu, kurang jitu meraih suara pemilih terhadap Paslon 01.
Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul mengatakan, pemilih di Ranah Minang cenderung rasional dalam menentukan sikap untuk memilih calon pemimpin, terutama presiden dan wapres. Oleh sebab itu, kata dia, Jokowi kembali kalah telak di Sumbar.
Menurut dia, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar dengan semua proyek infrastruktur yang dibawanya, bahkan memberikan perhatian khusus melalui berbagai macam program, namun tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019.
“Masyarakat Sumbar sangat rasional. Meskipun Jokowi sering ke Sumbar dan memberikan berbagai macam program tentu masyarakat berterimakasih. Namun sampai sekarang, masyrakat Sumbar masih dominan mendukung Prabowo. Sehingga Jokowi kalah telak di Sumbar,” kata Najmuddin saat dihubungi Posmetro, Jumat (21/4).
Bahkan, kata Najmuddin, dia sempat melakukan polling melalui media sosial (medsos). Hasilnya, 90 persen pemilih di Sumbar menjatuhkan dukungan pada Prabowo. Sehingga hingga saat ini, pemilih Jokowi di Sumbar masih rendah.
Alasannya pemilih Sumbar terhadap sosok Jokowi, Najmuddin menyebutkan, mulai dari banyaknya janji kampanye Jokowi di 2014 yang tak kunjung terlaksana. Misalnya, harga dolar mencapai Rp15 ribu, lapangan pekerjaan, tenaga kerja asing. Nyaris, semua itu tidak terpenuhi oleh mantan Gubernur DKI itu.
“Menurut saya warga Sumbar itu rasional, nah Prabowo mampu membangun isu dan harapan rasional tersebut, begitu juga ekonomi. Makanya, sampai kini Jokowi masih jauh di bawah kalau di Sumbar,” tegas Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia itu tanpa merincikan sampel polling medsos yang dilakukannya.
Disinggung terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selanjutnya, Najmuddin memandang, faktor partai pendukung 01 sangat signifikan. Kunci kemenangan Pilkada itu dipengaruhi pada faktor figur karena keberadaan figur akan lebih menjadi variabel penentu.
“Perilaku pemilih di Sumbar ini cenderung dipengaruhi oleh figur. Ketika pemilih sudah terhubung kepada figur calon kepala daerahnya, saya kira besar peluangnya untuk menang,” ujar Najmuddin.
Sementara, Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Nora Eka Putri menilai, ada sejumlah alasan yang meyebabkan Jokowi-Ma’ruf kalah meraih suara di Sumbar. Salah satunya, partai pendukung paslon 01 seperti PDIP dan PKB sudah sejak lama tidak pernah mendapatkan suara yang banyak di Sumbar, baik dalam pemilu legislatif maupun Presiden.
“Pemilih kita rasional yang sulit tertipu oleh pencitraan yang dilakukan capres. Mereka memilih pemimpin itu selain berdasarkan ketokohannya, juga berdasarkan kualitasnya. Jadi citra Jokowi yang dinilai sebagai pemimpin sederhana itu tak mempan bagi warga Sumbar,” ujar staf pengajar Ilmu Politik UNP tersebut.
Selain itu, menurut Nora, tayangan televisi yang menyiarkan secara langsung acara debat capres-cawapres sangat membantu tingkat rasionalitas masyarakat Sumbar. Kata dia, mereka di Tanah Minang bisa menilai para kandidat itu berdasarkan visi dan misi, dan kinerjanya ke depan.
Selanjutnya, Pengamat Politik Unand, Asrinaldi mengatakan, berbicara soal basis, Sumbar dikenal kental memiliki warga Muhammadiyah. Sedangkan sang cawapres yang diusung Jokowi, Ma’ruf Amin adalah tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU).
“Yang dilihat masyarakat Sumbar tentu Jokowinya. Walaupun Sumbar mayoritas Muhammadiyah, tapi high politics elite Muhammadiyah tidak mengarahkan anggotanya untuk memilih selain Jokowi,” sebut doctor politik di Unand itu.
Seperti diketahui, peningkatan suara untuk Prabowo terus terjadi di Ranah Minang. Bahwa, Prabowo berhasil mendapatkan lonjakan dukungan sebanyak 11,04 persen. Saat Pilpres 2014, Prabowo sudah unggul di provinsi ini dengan perolehan suara 76,92 persen. Kali ini, Prabowo semakin unggul di angka 87,91 persen.
Sedangkan, Jokowi saat ini hanya mendapat 12,09 persen suara. Artinya, Jokowi memperoleh suara yang tidak terlalu banyak di Sumbar. Bahkan jauh di bawah tahun 2014 silam yakni, 23,08 persen. (mil)

Baca Juga  Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Direktur RS Indonesia di Gaza, PUI Serukan Investigasi Internasional