AGAM/BUKITTINGGI

Pemko Lobi Pusat untuk Mencari Peluang Penambahan ASN, Sekdako: Bukan Dirumahkan, tapi Diakhiri Masa Kontraknya

0
×

Pemko Lobi Pusat untuk Mencari Peluang Penambahan ASN, Sekdako: Bukan Dirumahkan, tapi Diakhiri Masa Kontraknya

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI TENAGA HONORER— Sekda Kota Bukittinggi Rismal Hadi, menerima audiensi tenaga honorer non database (R4) yang mendatangi Balai Kota Bukittinggi, Senin (4/8) untuk menyampaikan aspirasi mereka.

BUKITTINGGI ,METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi menerima puluhan tenaga honorer non database (R4) yang mendatangi Balai Kota Bukittinggi, Senin (4/8) untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Mereka meminta kejelasan terkait nasib mereka yang mengaku sudah empat bulan dirumahkan. Mereka juga meminta Pemko Bukittinggi pro aktif hingga ke pusat dalam memperjuangkan nasib para honorer.

Terkait masalah ini, Sek­dako Bukittinggi Rismal Hadi mengklarifikasi bahwa ratusan honorer non database di Bukittinggi ti­dak dirumahkan, tapi su­dah diakhiri masa kontraknya.

“Saat ini pemerintah pusat sudah melarang pe­ngangkatan honorer dan jika dipaksakan akan menjadi temuan nanti,” katanya.

Menurutnya, terkait ke­pegawaian, baik ASN, pegawai kontrak dan yang lainnya harus mengacu kepada aturan pusat.

“Dulu pemerintah pusat memperkenankan me­ngangkat pegawai honor, kontrak dan seterusnya. Semenjak tahun 2018, semua telah di atur oleh pusat,” ujarnya.

Meski demikian, Pemko Bukittinggi menurut Rismal Hadi akan terus melobi pusat untuk mencari peluang penambahan ASN.

“Apalagi belum lama ini, pemerintah pusat gencar melakukan sosialisasi terkait nasib non ASN. Ka­mi masih mempelajari­nya,” ujar Rismal Hadi.

Ketua Aliansi R4 Bukittinggi, Dedi Hariadi meminta Pemko Bukittinggi segera memberi usulan resmi permintaan kuota formasi dibuka ke pemerintah pusat.

“Untuk kami, usulkan ke pusat bahwasannya minta kuota formasi dibuka, usulkan oleh pak wali sebagai kepala daerah,” ujarnya.

Ia menyebut ada sekitar 46 orang honorer R4 dari berbagai SKPD yang datang ke Balai Kota. Namun dari jumlah itu, hanya 9 orang perwakilan yang ikut beraudiensi dengan Pemko Bukittinggi yang dipimpin oleh Sekdako Bukittinggi. (pry)