SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Bukit Asam Antarkan Madu Galo-Galo Hery ke Pasar Ekspor

0
×

Bukit Asam Antarkan Madu Galo-Galo Hery ke Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO–Hery Setiawan, sosok inspiratif sukses dengan usaha Madu Galo-Galo Cupiang, yang berkembang menembus pasar ekspor. “Alhamdulillah, berkat bazar yang sering difasilitasi PT Bukit Asam, mendapat penawaran kerjasama pasar dari banyak pihak. Penawaran itu, pasar domestik dan global,” kata Hery Setiawan, Minggu (3/8).

Hery, tak hanya menjual Madu Galo-Galo, tetapi juga membudidayakan Lebah Kelulut (lebah tanpa sengat). Lebah Kelulut atau Galo-Galo memproduksi Madu Galo-Galo. Hery menamakan usahanya, Madu Galo-Galo Cupiang.

Menurut peternak Lebah Kelulut itu, satu kali panen (1,5 bulan) mampu menghasilkan omzet Rp56 juta . Madu Galo-Galo Cupiang pun sudah merambah pasar Malaysia dan Pasar Domestik, dari Bali hingga Kalimantan.

Selain itu, Hery juga mengembangkan produk turunan dari Madu Galo-Galo seperti sabun, shampoo, propolis, balsem herbal, masker wajah, kopi propolis, madu saset dan madu premium. Bagi Hery, Warga Sawahlunto ini, PT Bukit Asam Tbk tak bisa dipisahkan dari kehadiran Madu Galo-Galo Cupiang yang turut membesar dan mengembangkan usahanya ini melalui program Rumah BUMN Sawahlunto. “Mulai dari modal usaha, pelatihan manajemen bisnis, mengemas produk, pemasaran dan pameran kami diikutkan PT Bukit Asam,” ujar Hery.

Meski volume ekspor masih terbatas, permintaan ekspor terus meningkat yang membuat Hery dan timnya semakin termo­tivasi.

“Kami bermimpi untuk mendunia, sejalan slogan kami 4G, Galo-Galo Go Global,” tuturnya.  Hery telah mengubah lebah tanpa sengat menjadi sumber daya ekonomi sekaligus melestarikan ekosistem. (pin)