METRO SUMBAR

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dorong Kehadiran Ruang Kreatif Baru di Kota Padang

0
×

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dorong Kehadiran Ruang Kreatif Baru di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
JADI NARASUBER—Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria menjadi narasumber dalam talkshow “Peran Fotografi di Kota Padang” pada Padang Photo Festival (PPF) di Museum Adityawarman.

PADANG, METRO– Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Nanda Satria menegaskan fotografi memiliki kekuatan untuk membangun opini publik, memengaruhi kebijakan, serta mempromosikan budaya dan pariwisata. Di tengah arus informasi saat ini, visual sering kali lebih kuat daripada kata-kata.

Hal itu, disampaikan Nanda Satria saat menjadi narasumber dalam talkshow “Peran Fotografi di Kota Padang” pada Padang Photo Festival (PPF) di Museum Adityawarman, Sabtu (2/8).

“Fotografi bukan hanya alat dokumentasi, tapi juga media perjuangan dan propaganda yang bisa me­nyuarakan ketimpangan, membangkitkan memori kolektif, dan memperkenalkan nilai-nilai daerah ke dunia,” ungkap Nanda Satria.

Nanda Satria menambahkan, pemerintah dae­rah bersama DPRD terus mendorong kehadiran ruang kreatif baru di Kota Padang, termasuk menjadikan Museum Aditya­warman sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas komunitas seni dan budaya.

Akademisi Universitas Negeri Padang, Yuli Hendra Multi Albar, mendukung pandangan tersebut. Ia menilai fotografi lebih mu­dah dipahami publik di­bandingkan narasi teks, sehingga efektif untuk me­nyampaikan pesan budaya.

“Visual bisa menyampaikan pesan secara langsung dan lebih cepat dipahami masyarakat,” jelas Yuli.

Fotografer LKBN An­tara, Iggoy el Fitra, me­nyoroti perubahan wajah Kota Padang pascagempa 2009 yang terekam dalam dokumentasi foto. Ia menilai, ruang diskusi foto­grafi masih minim mes­kipun minat masyarakat dalam kegiatan hunting foto terus meningkat.

“Kita perlu lebih ba­nyak ruang untuk mendiskusikan karya agar kualitas fotografi meningkat,” kata­nya.

Kepala UPTD Museum Adityawarman, Tuti Ala­wiyah, menyatakan museum siap menjadi tempat penyimpanan dan pameran karya fotografi bernilai sejarah.

“Foto hari ini adalah arsip sejarah masa depan. Museum siap menampung dan menampilkannya,” ujar Tuti.

Koordinator PPF, Budi Ramadhon, menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi de­ngan DPRD Sumbar dan Museum Adityawarman. Kegiatan ini menghadirkan pelajar, mahasiswa, komunitas fotografi, dan ma­syarakat umum. Selain talkshow, PPF juga meng­gelar lomba foto on the spot pada 3–9 Agustus 2025 dan pameran 25 karya terbaik pada 10 Agustus 2025.

  • “Kami ingin Padang Photo Festival menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan apresiasi terhadap fotografi dan memperkuat peran dokumentasi visual dalam pembangunan daerah,” pung­kasnya. (rgr)