JAKARTA, METRO–PDIP baru saja menyelesaikan kongres. Hasilnya, ketua umum dan sekretaris jenderal (sekjen) dijabat oleh Megawati Soekarnoputri. Ada dugaan rangkap jabatan Megawati Soekarnoputri hanya sementara. Selanjutnya, sekjen akan dipegang oleh sosok berpengaruh di PDIP.
Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia Arif Nurul Imam menuturkan, dalam politik apa saja bisa terjadi. Sebab, politik itu dinamis. Begitu juga dengan jabatan sekjen di PDIP. Saat ini dari hasil kongres Bali, jabatan sekjen dirangkap oleh Megawati. Ke depannya, bisa saja diserahkan kepada orang-orang yang dianggap dekat dengan “ibu”. Misalnya Utut Adianto, Ahmad Basarah, Adian Napitupulu, atau Hasto Kristiyanto.
Arif Nurul Imam menilai Hasto Kristiyanto memiliki peluang dan berpotensi kembali menjabat sebagai Sekjen PDIP. Alasannya, Hasto memiliki sejumlah nilai plus dibanding kader PDIP lainnya.
“Saya kira peluang Hasto untuk terpilih kembali sebagai Sekjen masih terbuka lebar, mengingat kedekatan dan kepercayaan Megawati kepada Hasto cukup tinggi,” kata Arif Nurul Imam kepada wartawan pada Minggu (3/8).
Seperti diketahui, Megawati sempat menyeka air matanya ketika mengetahui Hasto tiba di Kongres PDIP di Nusa Dua Bali. Hasto terlihat mencium tangan Megawati hingga Presiden Indonesia ke-5 itu menitikkan air mata.
“Sehingga dari beberapa nama yang saya sampaikan, Hasto memiliki peluang besar ditunjuk sebagai Sekjen PDIP,” tambah Arif.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi mengumumkan dan melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan periode 2025–2030.
Dalam pengumuman tersebut, tidak ada nama Hasto Kristiyanto yang dua periode terakhir menjabat sebagai Sekjenpartai berlambang banteng tersebut. Pelantikan itu berlangsung dalam Kongres VI PDIP, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Sabtu (2/8). Sebanyak 37 nama tercantum dalam struktur baru tersebut. Tidak ada nama Hasto.
Untuk sementara, Megawati secara langsung mengambil alih jabatan Sekjen, posisi strategis yang biasanya menjadi motor penggerak organisasi partai.
“Atas nama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, saya melantik DPP PDI Perjuangan untuk membantu kerja-kerja partai. Apakah saudara bersedia untuk dilantik?” ucap Megawati dari atas panggung utama.
“Bersedia!” jawab para pengurus baru DPP PDIP secara serempak.
Setelah itu, seluruh jajaran pengurus yang hadir berdiri di atas panggung mengucapkan sumpah jabatan dipandu langsung oleh Megawati.
Struktur organisasi baru ini mencerminkan komposisi yang menggabungkan tokoh senior partai, hingga kader muda potensial. (jpg)






